MENJALANI HIDUP DENGAN OPTIMIS

“MENJALANI HIDUP DENGAN OPTIMIS” Oleh: Ali Nurdin Saat kita menghadapi suatu persoalan hidup, respon yang bisa kita pilih ialah berikap optimis atau pesimis. Seorang muslim atau orang yang sedang belajar agama semestinya memilih sikap optimis dalam hidup. Sikap ini lahir dari keyakinan bahwa Allah SWT mengurus makhluk-Nya dengan sungguh-sungguh bukan dengan main-main. Ia berfirman: أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan

TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH

TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH Oleh: Ali Nurdin   Allah adalah dzat yang tak terlihat oleh mata manusia. Banyak manusia yang mempertanyakan wujud Tuhan karena tidak tampak dalam bentuk materi. Sebenarnya untuk membuktikan eksistensi Tuhan tidak harus dengan melihat-Nya langsung tetapi dengan melihat tanda-tanda kekuasan-Nya.   Allah berfirman: سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ “Kami akan memperlihatkan kepada

TELADAN RASULULLAH DALAM MENYIKAPI KEBURUKAN

TELADAN RASULULLAH DALAM MENYIKAPI KEBURUKAN Oleh: Ali Nurdin Salah satu karakter orang yang cerdas atau dalam istilah Al-Qur’an ulul albab ialah orang yang mampu membalas suatu kejahatan dengan perbuatan baik. Sebagai teladan bagi seluruh ummat, karakter ini melekat dalam diri Rasulullah SAW. Mengambil pelajaran dari kematian tokoh munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Berkali-kali Al-Qur’an menunjuk orang ini sebagai sosok kontroversi dalam tutur kata dan perbuatannya yang merugikan Islam dan

PENYEBAB MANUSIA LALAI

PENYEBAB MANUSIA LALAI Oleh: Ali Nurdin Dalam kesempatan ini kita akan membahas tentang apa saja yang paling sering menyebabkan manusia lalai kepada Allah SWT. Paling tidak ada tiga yang menyebabkan manusia itu sering lalai kepada Allah-Nya. Pertama, yang menyebabkan manusia lalai karena bermegah-megahan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur”. (QS. At-Takatsur : 1-2) Urusan dunia seringkali membuat

KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT

KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT Oleh: Ali Nurdin   Selama pandemi, hampir setiap hari kita mendengar berita kematian. Grup-grup Whatsapp ramai dengan ucapan belasungkawa. Acara yasinan dan tahlilan dilakukan secara virtual untuk mendoakan mereka yang wafat. Bagaimana kita menghadapi berita kematian ini? Kematian itu sesuatu yang pasti terjadi dan terjadinya kematian tidak kita sadari. Inilah kelalaian kita tidak ingat mati, yang diingat urusan dunia. Cukuplah kematian sebagai nasihat dan menjadi pengingat buat

SYARIAT KURBAN

SYARIAT KURBAN Oleh: Ali Nurdin Salah satu ayat Al-Qur’an yang menjadi dalil mengenai syariat kurban ialah Firman Allah SWT dalam berikut ini: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar [108] : 2) Berkurban adalah salah satu taqarrub (pendekatan diri kepada Allah) yang utama apalagi di hari idul adha. Hal ini karena tidak ada ibadah yang paling dicintai oleh

TAKUT PADA ALLAH VS TAKUT PADA VIRUS

  TAKUT PADA ALLAH VS TAKUT PADA VIRUS Oleh: Ali Nurdin Ada pertanyaan yang mungkin menjadi representasi kegelisahan kita bersama di mana pada masa-masa sekarang karena pandemi tempat ibadah ditutup sementara, apakah tidak takut pada Allah? Salah satu tujuan syariat Islam yang biasa dikenal dengan maqashidusy syariah yang paling utama ialah hifzhun nafs, menjaga jiwa. Tujuan syariat ini agar setiap orang memelihara jiwa baik diri sendiri maupun orang lain. Karena

AGAR HIDUP PENUH BERKAH

AGAR HIDUP PENUH BERKAH Oleh: Ali Nurdin Berkah berasal dari bahasa Arab yaitu Barokah yang makna dasarnya berarti berkembang, tumbuh, dan tetap. Dalam istilah agama, berkah bermakna langgengnya dan bertambahnya kebaikan. Langgengnya kebaikan dalam sesuatu itu namanya berkah. Rumah disebut berkah jika di dalamnya selalu terdapat kebaikan. Bagaimana hidup kita agar selalu mendapat keberkahan? Agar hidup kita penuh keberkahan dan selalu tercurah kebaikan, mari kita renungi ayat berikut: وَلَوْ أَنَّ

KEUTAMAAN TOBAT

KEUTAMAAN TOBAT Oleh: Ali Nurdin Salah satu ciri orang mukmin yang mendapat kabar gembira seperti disebut dalam surah at-Taubah ayat 112 adalah orang yang bertobat. Istilah tobat diserap dalam bahasa Indonesia dari bahasa Arab yaitu taubah. Secara bahasa makna ini berarti kembali. Secara istilah tobat berarti kembalinya seseorang dari perbuatan maksiat kepada ketundukan kepada Allah SWT. Setidaknya ada empat keutamaan yang dimiliki oleh orang yang betobat. Pertama, Allah SWT menyukai

FITRAH NAFSANI MANUSIA

FITRAH NAFSANI MANUSIA Oleh: Ali Nurdin Fitrah nafsani dilihat dari aspek kejiwaan seperti tercantum di dalam Al-Qur’an: وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ “Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams [91]: 7-10 Hakekatnya manusia mempunyai jiwa dalam upaya untuk penyempurnaan ketakwaan.