KEPASTIAN HIDUP MANUSIA

KEPASTIAN HIDUP MANUSIA Oleh: Ali Nurdin Kepastian hidup manusia yang sering dilupakan oleh manusia, ada empat yaitu : Pertama, Hidup bukan permainan tanpa tujuan. Allah SWT menciptakan manusia bukan tanpa tujuan dan bukan permainan, hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun ayat 115, Allah SWT berfirman:   ”Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. (QS. Al-Mu’minun [23]:

HAMBA-HAMBA ALLAH YANG DIKASIHI

Dalam Surah Al-Furqan ada dua indikator manusia yang mendapat gelar hamba yang dikasihi oleh Allah. Dikasihi karena hubungannya dengan manusia dan juga hubungannya dengan Allah. Berikut penjelasan singkat mengenai ciri-ciri orang yang dikasihi oleh Allah. Ciri-ciri orang yang dikasihi oleh Allah SWT dalam hubungan dengan manusia, yaitu : Pertama, rendah hati atau tawadlu (tidak sombong), hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Furqan ayat 63, Allah SWT berfirman: وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ

Rumahku Surgaku

Rumahku Surgaku Oleh: Ali Nurdin Menikah itu mudah. Tapi bagaimana melestarikan rumah tangga agar menjadi sebuah rumah tangga yang diidamkan setiap orang menikah, atau yang dalam ungkapan umum sering kita dengar “baity jannaty”, rumahku adalah surgaku. Itu yang saya kira tidak mudah. Karena tidak mudah maka perlu usaha sungguh-sungguh bagi setiap orang yang menginginkan dan tidak cukup hanya mengangankan agar rumah tangganya menjadi rumah tangga yang kemudian disebut sebagai surga

Yang Lalu Biarlah Berlalu

Yang Lalu Biarlah Berlalu Oleh: Ali Nurdin Salah satu ungkapan di kalangan milenial anak muda ketika menyikapi masa lalu adalah yang lalu biarlah berlalu. Kita tidak ingin melihat dari sisi aspek anak mudanya tapi kita ingin melihat bagaimana petunjuk agama menyikapi masa lalu. Dalam surah Al-Baqarah (2) ayat ke 134 dan 141, redaksi ini sama persisnya. Allah berfirman: تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ ۖ

YANG MENANAM AKAN MENUAI

YANG MENANAM AKAN MENUAI Oleh: Ali Nurdin Salah satu bentuk sunnatullah atau aturan-aturan Allah yang berlaku di kehidupan dunia ini adalah yang menanam akan menuai. Artinya apa? Yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Apa yang kita lakukan itulah yang akan kita panen dalam kehidupan kita. Nah, prinsip ini begitu banyak Allah sebut dalam Al-Qur’an. Kita ambi contoh misalnya, seseorang yang selalu berbicara baik maka balasan yang akan dia

Hari Ini Adalah Anugerah

Hari Ini Adalah Anugerah Oleh: Ali Nurdin Salah satu penyebab mengapa seseorang sulit sekali bahagia dalam hidupnya adalah karena tersandera oleh dua keadaan. Adakalanya oleh masa lalunya yang menimbulkan trauma. Adakalanya juga oleh masa depan yang amat mengkhawatirkan, menurutnya. Padahal apa yang harus kita lakukan adalah atas apa yang telah terjadi di masa lalu di mana itu tidak mungkin kembali, ambil pelajarannya. Dan atas apa yang belum terjadi di masa

Musuh Terbesar Manusia

Musuh Terbesar Manusia Oleh: Ali Nurdin Manusia adalah makhluk yang dianugerahi oleh Allah dua potensi. Allah jelaskan hal tersebut dalam firman-Nya pada surah ke 91 (asy-Syams) ayat ke 8: فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” Allah ilhamkan dalam jiwa manusia potensi keburukan dan kebaikan. Dorongan keburukan ini yang kemudian disebut dengan istilah hawa nafsu. Maka, pertarungan antara hawa nafsu dengan sisi-sisi baik dalam

Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air Oleh: Ali Nurdin Salah satu ungkapan yang populer di masyarakat kita adalah hubbul wathan minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman. Ini bukan ayat Al-Qur’an dan juga bukan hadis Nabi Saw., tapi substansi dari ungkapan ini tentu dapat kita lacak dasarnya dalam agama. Kita ambil contoh, misalnya, bahwa mencintai tanah air, mencintai tempat di mana kita dilahirkan, dibesarkan adalah sesuatu yang bersifat naluriah. Naluriah dalam bahasa

MUSLIM ITU BERSAUDARA

MUSLIM ITU BERSAUDARA Oleh: Ali Nurdin Kali ini kita akan memetik pelajaran penting dari ayat Al-Qur’an, tepatnya di surah at-Taubah (surah ke-10) pada ayat yang ke 11. Allah Swt. berfirman: فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” Ayat ini menjadi

Menghormati Kemanusiaan

Menghormati Kemanusiaan Oleh: Ali Nurdin Kita sering lupa bahwa Al-Qur’an, khususnya, dan Islam pada umumnya begitu menempatkan manusia sebagai makhluk yang sangat mulia. Sewajarnya kita memberikan penghormatan sesama manusia seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Kita ambil contoh, misalnya, di surah Al-Isra’ (17) ayat ke 70, Allah berfirman: وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ “Dan sungguh telah Kami muliakan anak-anak cucu Adam.” Allah tidak menyebut makhluk lain yang dimuliakan tapi khusus anak cucu