2017

Benarkah Semua Agama Itu Benar?

Benarkah Semua Agama Itu Benar?* Oleh: Ali Nurdin Assalamu ‘Alaikum Wr.Wb. Ada sementara orang yang berpendapat bahwa semua agama itu benar. Bahkan merujuk kepada Al Qur’an di antaranya adalah surah nomor 2, Al Baqarah ayat 62, surah al Maidah ayat 69 di mana ayat-ayat itu kemudian dipahami yang menunjukkan semua agama itu benar. Bagaimana sebenarnya ini? Kita ambil contoh misalnya di surah 2, Al Baqarah ayat 62, Allah berfirman: إِنَّ

Karakter Muslim Berbudaya Akademik

>>> Karakter Muslim Berbudaya Akademik <<< Oleh: Ali Nurdin Ayat pokok yang menjelaskan hal adalah Ali Imran/3: 190-191: إِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبَابِ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, اَلَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (yaitu)

Al Qur'an Berbicara Tentang Al Khabits

Al Qur’an Berbicara Tentang Al Khabits Oleh: Ali Nurdin Kata khabits (خَبِيْثُ) secara etimologis merupakan antonim dari thayyib (طَيِّبُ) . Sedangkan secara terminologis, kata ini diartikan oleh al Raghib sebagai sesuatu yang tidak disenangi, disebabkan keburukan dan kehinannya dari material atau immaterial, baik menurut pandangan akal atau syara’. Karena itu, tercakup dalam kata khabits adalah hal-hal yang buruk dari segi keyakinan, ucapan, maupun perbuatan. Kata khabits dengan segala perubahannya terulang

Adil Versus Zalim

Adil Versus Zalim Oleh: Ali Nurdin Keadilan dalam konteks ini biasa juga diberi arti dengan “menempatkan segala sesuatu pada tempatnya atau memberikan setiap hak kepada pemiliknya.” Untuk mengurai dimensi keadilan yang merupakan lawan dari kezaliman yang disebut oleh Al Qur’an bukanlah perkara yang mudah. Salah satu alasannya adalah bahwa kata ini dengan segala perubahannya terulang cukup banyak dalam Al Qur’an yaitu sebanyak 315 kali. Mengingat frekuensi penyebutan kata zalim yang

Urgensi Menunaikan Amanah

Urgensi Menunaikan Amanah Oleh: Ali Nurdin Redaksi Al Qur’an yang secara langsung memerintahkan  untuk menunaikan amanah adalah ayat berikut: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya

“Keseimbangan” Sebagai Dimensi Keadilan

“Keseimbangan” Sebagai Dimensi Keadilan Oleh: Ali Nurdin Adil dalam konteks ini tidak mengharuskan kesamaan di antara masing-masing unsur, namun yang terpenting adalah bahwa terjadi keseimbangan meskipun kadarnya berbeda. Keseimbangan tersebut diperlukan untuk tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan. Ayat yang menginformasikan hal ini antara lain: يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ  #  الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ Artinya: “Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang

Memahami Makna “Ummatun Muqtashidah”

Memahami Makna “Ummatun Muqtashidah” Oleh: Ali Nurdin Dalam Al Qur’an, ungkapan “Ummatun Muqtashidah” hanya disebut sekali yaitu pada Surah al Maidah ayat 66. وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ Artinya: “Dan Sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat

Al Qur’an dan Prinsip Persamaan

Al Qur’an dan Prinsip Persamaan Oleh: Ali Nurdin Persamaan seluruh umat manusia ini ditegaskan oleh Allah dalam surat an-Nisa’ (4): 1: يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا Artinya: Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan menciptakan darinya pasangannya; Allah

Menanamkan Sifat Shiddiq

Menanamkan Sifat Shiddiq Oleh: Ali Nurdin Kita tahu bahwa kriteria pertama dari seorang pemimpin haruslah memiliki sifat jujur, yang mengindikasikan seseorang yang memiliki integritas dalam bentuknya yang sangat nyata adalah pikiran dan ucapannya selalu benar, demikian halnya dengan tindakan. Jadi, ada kesamaan antara apa yang dia pikirkan, ia ucapkan dan ia lakukan itu singkron. Coba kita bayangkan kalau seseorang yang mendapat amanat untuk memegang kekuasaan politik tetapi antara ucapan dan

Urgensi Tolong Menolong

Urgensi Tolong Menolong Oleh: Ali Nurdin Manusia adalah makhluk sosial, tidak mungkin seseorang dapat bertahan hidup sendirian tanpa bantuan pihak lain. Coba Anda bayangkan bagaimana besarnya sifat ketergantungan manusia kepada pihak lain. Saya akan bantu Anda dengan membuat contoh yaitu; manusia sejak masih berwujud janin dia tergantung kepada ibunya, bahkan ini dalam arti yang sebenarnya yaitu bergantung di rahim ibunya. Ketika sudah dalam bentuk bayi yang sempurna dan masih tinggal