Februari 2017

The Power of Kepepet

The Power of Kepepet Oleh: Ali Nurdin  Inilah kisah rahasia seseorang yang pernah beberapa puluh tahun bahkan sampai sekarang menjadi orang terkaya di dunia, di planet bumi ini yaitu Bill Gates.  Dia mengalami titik balik karir bisnisnya saat menjual program DOS (Disc Operating Sistem) kepada IBM. Tahukah Anda bahwa saat Bill menawarkan program DOS ke IBM. Bill bersama rekannya, Paul Allen dan Steve Ballmer belum memiliki program itu?! Dan lebih

Perspective Taking

Setelah pada bagian pertama kami mendiskusikan kemampuan fokus dan pengendalian diri (Focus and Self Control), kini bagian kedua bersama santri mendiskusikan kemampuan mengambil perspektif orang lain (Perspective Taking). Seseorang akan meraih keberhasilan dalam hidupnya apabila memiliki kemampuan untuk melihat bagaimana perspektif orang lain dalam satu masalah. Dalam bahasa Steven R Covey disebut dengan istilah berusaha memahami orang lain sebelum minta dipahami (Seek first to understand, then to be understood) yang

Niat Saja Tidak Cukup

Niat Saja Tidak Cukup Oleh: Ali  Nurdin Para bijak bestari ketika mengajarkan nilai-nilai kebaikan seringkali menggunakan kisah simbolik. Salah satu tokoh yang sering didapuk memainkan peran tersebut bernama Nasruddin Hoja. Tulisan ini akan dimulai dari salah satu kisah Nasruddin. Suatu ketika, Nasruddin di halaman rumahnya seperti sedang mencari-cari sesuatu. Kawannya yang sedang lewat kemudian bertanya, “Hai, Nasruddin! Sedang mencari apa kamu?” Nasruddin menjawab, “Mencari kunci.” “Memang kuncimu jatuh di mana?”

AL-QUR’AN MENUNTUT KITA CERDAS

 AL-QUR’AN MENUNTUT KITA CERDAS Oleh: Ali Nurdin   “Istantiq al-Qur’an”, biarkan al-Qur’an berbicara. Demikian ungkapan yang disampaikan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib. Sungguh masih sangat relevan untuk selalu menjadi pengingat bagi setiap muslim. Bahwa setiap masalah yang dihadapi manusia al-Qur’an akan selalu memberikan solusinya. Namun, pernyataan yang terakhir ini harus dipahami dengan benar yaitu bukan menjadikan al Qur’an hanya sebatas untuk dibaca melainkan dipahami dengan baik dan benar serta

AGAR BEKERJA MENJADI IBADAH

AGAR BEKERJA MENJADI IBADAH Oleh: Ali  Nurdin     Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu. Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Al-Mulk [67]: 15).   Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas tentang bekerja secara baik itu adalah ibadah yang baik. Kali ini kita akan fokus mendiskusikan bagaimana agar kerja kita menjadi ibadah. Kita akan mulai dengan kisah di

Bekerja dengan Baik adalah Bentuk Ibadah yang Baik

  Bekerja dengan Baik adalah Bentuk Ibadah yang Baik Oleh: Ali Nurdin   Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, … (QS. 9: 105). Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya. “Om beli bunga Om.” “Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap

MENCOBA ISTIQOMAH

Mencoba Istiqomah Oleh: Ali Nurdin‎ Setelah menyelesaikan program Internalisasi 17 sikap Akhlaq Al Qur’an, selama 6 bulan, kemudian diteruskan dengan meminjam karya Steven R Covey dalam  Seven & Eight habits, selama satu bulan, kami bersama santri Nurul Qur’an pagi ini (10/02) setelah menyelesaikan membaca surah al Kahfi bersama-sama, kami  melanjutkan dengan meminjam pendekatan Ellen Galansky dalam karya nya Mind in The Making: Seven Essential Life Skills.

FANATISME (2)

Fanatisme (2) Oleh: Ali Nurdin   Sebuah ungkapan dapat dimengerti dengan paling tidak tiga sudut pandang: pengertian kebahasaan, istilah dan pemakaian secara kebiasaan. Kata fanatik menurut bahasa dan istilah berkonotasi  netral, namun dalam pemakaian sehari-hari kesan yang muncul adalah sesuatu yang bersifat negatif. Terlebih ketika sudah menjadi sikap hidup atau paham yang kemudian disebut fanatisme, maka langsung terbayang sikap yang keras dan berlebihan. Maka muncul istilah every extreme is fault

FANATISME

FANATISME Oleh : Ali Nurdin           Tidak jarang orang mencela sikap fanatisme atau siapa yang fanatik. Celaan itu bisa pada tempatnya dan bisa juga tidak, karena fanatisme dalam pengertian bahasa sebagaimana dikemukakan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: “Keyakinan/ kepercayaan yang terlalu kuat terhadap ajaran  (politik, agama dsb)”.  Sifat ini bila menghiasi diri seseorang  dalam agama dan keyakinannya dapat dibenarkan bahkan terpuji, tetapi ia menjadi tercela jika sikapnya itu