FANATISME

FANATISME

Oleh : Ali Nurdin

 

        Tidak jarang orang mencela sikap fanatisme atau siapa yang fanatik. Celaan itu bisa pada tempatnya dan bisa juga tidak, karena fanatisme dalam pengertian bahasa sebagaimana dikemukakan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: “Keyakinan/ kepercayaan yang terlalu kuat terhadap ajaran  (politik, agama dsb)”.  Sifat ini bila menghiasi diri seseorang  dalam agama dan keyakinannya dapat dibenarkan bahkan terpuji, tetapi ia menjadi tercela jika sikapnya itu mengundangnya  melecehkan orang lain dan merebut hak mereka menganut ajaran , kepercayaan atau pendapat yang dipilihnya.

Umat Islam walaupun dituntut untuk meyakini ajaran Islam, konsisten dan berpegang teguh  dengannya, -dengan kata lain harus fanatik terhadap ajaran agamannya-  namun dalam saat yang sama Islam memerintahkan untuk menyatakan   Lakum dînukum Wa Liya Dîny /Buat kamu agamamu dan buat aku agamaku  ( Q.S. [109}:6) bahkan Rasul Saw. diperintahkan oleh Al-Qur’an untuk menyampaikan kepada siapapun yang berbeda kepercayaan bahwa  : “Sesungguhnya kami atau kamu     pasti    berada di atas  kebenaran     atau dalam kesesatan yang nyata.    Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanyai   menyangkut  dosa yang telah kami perbuat   dan kami tidak akan ditanyai  tentang apa yang kamu  perbuat“.  (Q.S.[34]: 24-27)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.