Al Qur’an Berbicara Tentang Al Khabits

Al Qur'an Berbicara Tentang Al Khabits

Al Qur’an Berbicara Tentang Al Khabits

Oleh: Ali Nurdin

Kata khabits (خَبِيْثُ) secara etimologis merupakan antonim dari thayyib (طَيِّبُ) . Sedangkan secara terminologis, kata ini diartikan oleh al Raghib sebagai sesuatu yang tidak disenangi, disebabkan keburukan dan kehinannya dari material atau immaterial, baik menurut pandangan akal atau syara’. Karena itu, tercakup dalam kata khabits adalah hal-hal yang buruk dari segi keyakinan, ucapan, maupun perbuatan.

Kata khabits dengan segala perubahannya terulang dalam Al Qur’an sebanyak 16 kali. Dari keseluruhan ayat tersebut dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok;

  1. Khabits yang disandarkan kepada material; inilah yang paling banyak digunakan oleh Al Qur’an. Beberapa ayat yang mengingormasikan hal tersebut antara lain: tanah yang buruk (QS. Al A’raf/7: 58); harta yang buruk (QS. Al Baqarah/2: 267, QS. An Nisa’/4:2, QS. Al A’raf/7:157).
  2. Khabits yang disandarkan kepada keyakinan. Ayat yang menjelaskan hal ini antara lain:

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, Maka bagimu pahala yang besar.” (QS. Ali Imran [3]: 179)

Ayat yang senada juga bisa dilihat dalam QS. Al Maidah/5: 100 dan QS. Al Anfal/8: 37.

  1. Khabits yang disandarkan kepada ucapan. Perhatikan ayat berikut:

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ

Artinya: “Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” (QS. Ibrahim [14]: 26)

Ayat tersebut menggambarkan tentang keyakinan orang-orang kafir. Ia tidak memiliki pijakan yang kokoh, sangat mudah dirobohkan, amal-amalnya tidak berbuah, bahkan terkadang keberadaannya mengganggu orang sekitarnya.

  1. Khabits yang disandarkan kepada perbuatan. Lihat ayat berikut:

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ

Artinya: “Dan kepada Luth, Kami telah berikan hukum dan ilmu dan Kami telah menyelamatkannya dari kota yang mengerjakan perbuatan keji, sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (QS. Al Anbiya’ [21]: 74)

Yang dimaksud dengan perbuatan keji (تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ) dalam ayat tersebut adalah homoseksual. Hal ini sesuai dengan penjelasan QS. Al A’raf/7: 81 dan QS. Al Ankabut/29: 29. Khabits bukan hanya homoseksual tetapi juga zina heteroseksual (seks dengan lawan jenis), ini diinfomasikan dalam QS An Nur/24: 26

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ

Artinya: “Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk perempuan-perempuan yang keji…”

Ayat ini merupakan penegasan kembali terhadap penjelasan ayat 3 di surah yang sama bahwa dalam ayat tersebut ditegaskan “laki-laki pezina tidak mengawini melainkan perempuan pezina, atau perempuan musyrik; dan perempuan pezina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki pezina atau laki-laki musyrik.

Wallahu a’lam bish showab.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.