Benarkah Semua Agama Itu Benar?

Benarkah Semua Agama Itu Benar?

Benarkah Semua Agama Itu Benar?*

Oleh: Ali Nurdin

Assalamu ‘Alaikum Wr.Wb.

Ada sementara orang yang berpendapat bahwa semua agama itu benar. Bahkan merujuk kepada Al Qur’an di antaranya adalah surah nomor 2, Al Baqarah ayat 62, surah al Maidah ayat 69 di mana ayat-ayat itu kemudian dipahami yang menunjukkan semua agama itu benar. Bagaimana sebenarnya ini?

Kita ambil contoh misalnya di surah 2, Al Baqarah ayat 62, Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Ayat inilah yang dijadikan pijakan untuk untuk menyimpulkan bahwa semua agama itu benar. Bagaimana sebenarnya? Mayoritas ulama tafsir menyatakan persyaratan bahwa mereka beriman kepada Allah dan hari akhir itu maknanya beriman kepada Allah dan hari akhir seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw.

Sehingga artinya apa? Sehingga siapapun latar belakang agamanya sebelumnya, ini satu maknanya, apakah dia seorang Yahudi, Nasrani, Majusi, Shabi’in, apapun, kalau kemudian dia meyakini beriman seperti –artinya menjadi seorang muslim yang baik- seperti yang dibawa Rasulullah Saw. maka dia akan menjadi orang yang beruntung, maka dia akan mendapat pahala di sisi Allah Swt.

Disebutnya kata aamanuu di awal ayat untuk menunjukkan bahwa seorang yang mengaku muslim itu belum cukup untuk mendatangkan ridho Allah Swt., belum cukup untuk mendapatkan pahala dari Allah Swt.

Tapi apa? Hendaklah disempurnakan dengan keimanan yang benar seperti yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Tapi tunggu dulu, keyakinan kita yang seperti itu bukan berarti kita diizinkan untuk menjelekkan atau bahkan menyalahkan agama lain. Tidak.

Karena Al Qur’an juga mengajari kita di surah 6 ayat yang ke 108:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.”

Setiap orang memandang baik perbuatannya. Setiap orang memandang benar keyakinannya. Maka kalau ada pendapat yang mengatakan, semua agama itu benar, iya, belum titik, harus kita katakan, semua agama itu benar menurut pemeluknya masing-masing dan Al Qur’an menegaskan hal itu.

Di antara petunjuk Al Qur’an dalam mengelola masalah ini adalah, dalam hati kita masing-masing, dalam keyakinan kita masing-masing, silahkan kita bahkan seharusnya kita memang menganggap benar keyakinan kita, menganggap benar agama kita.

Namun, pada saat yang sama, sikap keluar kita, kita tidak perlu menyalahkan agamanya orang lain. Kita tidak perlu menyalahkan keyakinan orang lain. Karena mereka juga menganggap agama dan keyakinannya adalah benar sehingga kita tetap bisa meyakini agama kita yang benar, pada saat yang sama kita tetap bisa bekerja sama untuk kebaikan bersama.

Wa’alaikum Salam Wr. Wb.

*Ditransliterasi dari video berikut:

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.