3 GOLONGAN DI AWAL SURAT AL BAQARAH

3 GOLONGAN DI AWAL SURAT AL BAQARAH

3 GOLONGAN DI AWAL SURAT AL BAQARAH

Oleh: Ali Nurdin

Mengapa Allah Swt. di awal surat Al Baqarah membagi manusia menjadi tiga kelompok yang begitu kontras? Jawabannya tentu saja agar kita bisa memetik hikmahnya. Siapakah sebenarnya ketiga kelompok itu?

Yang pertama adalah al muttaqun yaitu orang-orang yang bertakwa, yang ke dua adalah orang-orang yang ingkar, dan yang ketiga adalah orang-orang yang munafik.

Siapa mereka yang disebut orang yang bertakwa? Kalau di fokus surat ini mereka adalah orang-orang yang memiliki akidah yang kuat: al ladziina yu’minuuna bil ghaib (orang yang beriman pada yang ghaib). Selanjutnya yang disebut dengan orang bertakwa ialah orang yang senantiasa berusaha istiqomah dalam ibadahnya di mana ini disimbolkan dengan “wayuqiimuunash sholaata” (orang yang melaksanakan shalat). Kemudian yang terakhir ialah orang yang memiliki prilaku sosial yang baik: wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna (memberikan sebagian rizki yang didapat).

Jadi dapat kita simpulkan bahwa yang disebut orang yang bertakwa itu yang memiliki akidah yang kuat, istiqomah dalam ibadahnya dan mulia dalam akhlak sosialnya. Kalau ada orang yang mengaku taat dan bertakwa namun tidak memiliki tiga kriteria ini, misalnya, satu ukuran ritual yang bagus sementara sosialnya minus atau bahkan negatif, maaf, tidak bisa disebut sebagai orang yang bertakwa.

Kelompok yang ke dua adalah orang-orang yang dinilai ingkar, tertutup. Allah jelaskan, “Khatamallahu ‘alaa quluubihim” Allah tutup hati mereka sehingga hatinya terkunci. Kenapa bisa terkunci dan tertutup? Ayat yang lain menjelaskan hal ini dalam surat 83 (Al Mutaffifin) ayat ke 14:

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”

Yakni karena perbuatan dosanya atau karena kesalahan-kesalahannya yang terus menerus dilakukan sehingga hati yang sebenarnya ibarat cermin yang begitu jernih menjadi tidak berfungsi. Akibatnya kalau sudah demikian menjadi sulit diharapkan untuk meraih hidayah atau petunjuk.

Namun, hal itu tentu saja bukan berarti kita diizinkan untuk menilai seseorang telah tertutup. Tidak. Kita harus juga tetap ikhtiar untuk mengajaknya ke jalan yang benar.

Terakhir kelompok yang ke tiga di mana kelompok ini yang paling banyak dijelaskan ciri dan sifat-sifatnya di surat Al Baqarah dari ayat 8 sampai ayat 20, sekitar 13 ayat. Siapa mereka? Yaitu orang-orang yang memiliki penyakit di dalam hatinya yang disebut kemunafikan.

Mengapa Allah begitu panjang menjelaskan ciri kelompok ini? Karena memang manusia tidak mengetahui bahkan Rasulullah Saw. kalau tidak diberikan oleh Allah pengetahuan tentang sifat mereka, beliau juga tidak mengetahuinya.

Detailnya sifat ini menggambarkan bahwa kelompok ini memang ada. Namun, sekali lagi kita tidak diberikan wewenang untuk dapat menilai seseorang apakah ia memiliki kemunafikan atau tidak. Cukuplah kita memahami atas beberapa sifat yang dijelaskan oleh Allah agar kita berhati-hati.

Yang jelas kelompok ini diberikan ancaman oleh Allah sedemikian berat di akhirat. Kalau ancamannya di akhirat maka biarlah itu menjadi prerogatif Allah Swt.

Tugas kita adalah mengingatkan untuk menghindari dua kelompok yang terakhir dan memastikan kita berusaha untuk istiqomah menjadi kelompok yang pertama, yaitu orang-orang yang bertakwa.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.