AMALAN PEMBERI SOLUSI

AMALAN PEMBERI SOLUSI

AMALAN PEMBERI SOLUSI

Oleh: Ali Nurdin

Kali ini kita ingin bicara tentang tiga amalan pemberi solusi dalam kehidupan kita. Pembahasan ini kita ambil dari sebuah hadis Rasulullah Saw. di mana derajat hadis ini termasuk muttafaq ‘alaih berarti derajat paling tinggi karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Hadis ini diriwatkan oleh Abdullah bin Umar, Ra. di mana inti dari hadis ini adalah dikisahkan ada tiga pemuda yang tersesat dan berlindung di dalam sebuah gua. Tetapi kemudian gua tersebut tertutup oleh sebongkah batu besar yang jatuh dari atas pintu gua.

Lantas ketiga pemuda ini berdoa kepada Allah Swt. dengan cara menyebut amal saleh masing-masing. Nah, apa saja amal saleh yang di sebut oleh ketiga pemuda tersebut? Inilah yang kita maksud dengan tiga amalan pemberi solusi.

Pemuda yang pertama menyebutkan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan yaitu berupa berbakti kepada kedua orang tuanya. Maka, amalan pertama agar kita selalu diberi solusi dari kesulitan hidup kita yakni berusahalah menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Kita tidak temukan ayat yang menyuruh agar orang tua menyayangi anak, tapi yang ada adalah agar anak selalu berbakti kepada kedua orang tua.

Tidak sedikit ayat yang menyebutkan menyuruh hal ini dan Rasulullah Saw. menegaskan bahwa ridho Allah tergantung kepada keridhoan kedua orang tua. karena itu, kita harus selalu berusaha berbakti agar kedua orang tua kita ridho kepada kita di mana menjadi wasilah agar Allah pun ridho kepada kita sehingga kita diberi solusi atas kesulitan kita.

Pemuda kedua menyebut kebaikannya berupa apa? Yaitu berupa usaha untuk menjaga kehormatannya. Ketika dia memiliki kesempatan untuk berbuat zina tapi dia berhasil mempertahankan kehormatannya. Karena itu, pemuda itu menjadikan amal tersebut sebagai wasilah untuk berdoa kepada Allah Swt.

Yang menarik, Al Qur’an ketika melarang kita untuk menghindar dari perbuatan buruk berupa zina, Allah tidak mengatakan “Jangan kerjakan!” tapi Allah katakan “Wa laa taqrabuz zina”, jangan mendekati perbuatan zina.

Jangan diartikan saya tidak pernah mendekati tapi saya langsung kerjakan, tentu sebuah pemahaman yang salah. Tapi yang benar adalah mendekati saja kita tidak diperkenankan apalagi melakukan.

Dan amalan yang ketiga yang disebutkan oleh pemuda ketiga dalam gua tersebut ialah sikap amanahnya berkaitan dengan masalah harta. Ini yang saya kita tidak mudah. Karena apa? Cobaan terberat bagi manusia adalah berkaitan dengan masalah harta sampai Al Qur’an menyebut dua kali dengan komposisi harta selalu disebut duluan. Yaitu pada ayat apa?

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan.” (QS. Al-Anfal [8]: 28)

Dan ayat:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu).” (QS. At-Taghabun [64]: 15)

Seseorang yang dapat bersikap amanah dalam urusan harta maka doanya akan maqbul (diterima) dan kesulitan-kesulitan hidupnya akan selalu diberikan solusi oleh Allah Swt.

Kalau kita bisa lakukan tiga atau salah satu dari tiga amalan ini, insya Allah, kita akan diberi solusi atas setiap kesulitan kita.

 

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.