MENJEMPUT PERTOLONGAN ALLAH

MENJEMPUT PERTOLONGAN ALLAH

MENJEMPUT PERTOLONGAN ALLAH

Oleh: Ali Nurdin

Kita sering berdoa dan doa itu sering kita ucapka yaitu: iyyaaka na’budu waiyyaka nasta’in, hanya kepada-Mu, ya Allah, kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Nah, bagaimana caranya agar kita dapat menjemput pertolongan Allah itu?

Surat 2 (Al-Baqarah) ayat 153, Allah memberi resepnya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,”

Cara yang pertama ialah yang dipanggil Allah adalah orang yang percaya. Jadi, kita mesti percaya bahwa apapun yang ditetapkan Allah atas hidup kita, itu baik. Kenapa? Karena Allah tidak akan pernah menzalimi manusia sedikitpun.

Di surat 10 (Yunus) pada ayat 44 Allah menegaskan:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.

Syarat yang ke dua adalah lakukan, ikhtiarlah, bish shobri yakni dengan penuh kesabaran. Setiap orang menginginkan kebaikan tapi ketika tidak berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapainya, itu bukan usaha namun itu mimpi.

Memang semuanya terkadang berangkat dari mimpi, tapi agar menjadi kenyataan butuh usaha.

Setelah berusaha dengan sepenuh hati, dengan perencanaan yang baik, dengan jadwal yang jelas dan target-target yang telah kita tetapkan sebagai usaha untuk mengukur usaha kesungguhan kita maka syarat yang ketiga untuk mendatangkan pertolongan Allah adalah bertawakkal, berserah diri kepada-Nya.

Itu untuk menghindarkan diri dari keputusan manakala kita meraih hasil yang belum sesuai dengan keinginan kita.

Karena boleh jadi Allah akan memberi suatu hal yang kita lihat buruk padahal itu baik buat kita, dan boleh jadi yang kita nilai baik sebenarnya belum tentu baik buat kita.

Di surat 2 (Al-Baqarah) ayat 216, Allah nyatakan:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ

Artinya: “ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.”

Dengan bertawakkal meskipun mungkin hasil akhirnya belum sesuai dengan keinginan kita tapi kebahagiaan akan kita rasakan.

Itulah cara menjemput pertolongan Allah Swt.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.