JANGAN MENJADI ORANG TERTIPU

JANGAN MENJADI ORANG TERTIPU

JANGAN MENJADI ORANG TERTIPU

Oleh: Ali Nurdin

Ada sementara orang yang tertipu beberapa hal. Inilah yang akan kita bincangkan pada tulisan ini. Yang pertama adalah orang yang tertipu karena hartanya. Dia menyangka dengan hartanya itu dia merasa mendapatkan kebaikan. Dia merasa dekat dengan Tuhan. Dia merasa melihat kemuliaan.

Ini yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an, misalnya pada surat 89 (Al-Fajr) pada ayat ke 15 dan 16:

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Artinya: Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

Adapun manusia ketika mendapat cobaan, dia merasa Tuhan sedang marah dan ketika ia mendapat kesenangan hidup dia menduga Tuhan sedang menyayanginya. Sebenarnya tidak begitu. Kalau itu yang terjadi maka ia disebut orang yang tertipu karena orang ini sebetulnya, watuhibbunal maala hubban jamman, dia terlalu mencintai dunia dengan berlebihan.

Ada juga golongan atau kelompok orang yang tertipu di mana ini yang paling gawat yaitu mereka yang tertipu karena amal shalehnya, atau karena agama, atau karena ibadahnya. Kok bisa? Iya. Mari kita perhatikan di surat 53 (An-Najm) pada ayat ke 32, Allah menyatakan:

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

Jangan menganggap dirimu suci karena hanya Dia-lah, Tuhan, Allah yang mengetahui siapa di antara kita yang bertakwa.

Kita sering melihat, kita sering merasakan ada sementara orang dari saudara kita yang boleh jadi karena kencangnya dalam ibadah, mungkin juga karena fanatiknya dalam suatu pandangan keagamaan atau kelompok. Akibatnya, dia merasa bahwa dialah yang paling benar, dialah yang paling bagus, sehingga berhak untuk mendapatkan surga.

Ketika kita merasa bagus, itu suatu gejala yang pada akhirnya terjerumus pada sifaf ujub bahkan menjadi takabbur. Karena itu, sekiranya Allah anugerahkan kepada kita kemampuan untuk beribadah dengan baik, bersyukurlah karena ini semua juga karunia dari Allah Swt.

Maka, jangan pernah menganggap diri kita suci. Semoga Allah terima ibadah-ibadah kita sebagai amal yang ikhlas karena-Nya.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.