TIGA KELOMPOK MANUSIA

TIGA KELOMPOK MANUSIA

TIGA KELOMPOK MANUSIA

Oleh: Ali Nurdin

Kali ini kita akan membahas tentang beberapa kelompok yang disebutkan dalam Surat Al-Fatihah dan inilah surat yang sangat istimewa karena setiap muslim pada umumnya membaca surat ini tidak kurang satu hari 17 kali. Dalam hal ini, Rasulullah Saw. menegaskan bahwa tidak sah shalat seseorang kecuali membaca surat Al-Fatihah. Nah, siapakah tiga kelompok ini?

Yang pertama adalah shirathal ladziina an’amta ‘alaihim, jalan orang-orang yang engkau beri nikmat. Siapa orang yang diberi nikmat itu? Di surat An-Nisa’/4 ayat 69, Allah jelaskan:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Artinya: “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Nikmat yang dimaksud ialah nikmat keimanan bukan di luar itu. Nikmat yang lain yang dianugerahkan Allah, misalnya, harta, anak, atau jabatan semuanya menjadi bermakna kalau disertai dengan keimanan.

Yang kedua adalah al maghdhub. Siapakah mereka itu? Yaitu orang-orang yang selama ini dimurkai. Rasulullah Saw. memberi contoh bahwa mereka ialah orang-orang Yahudi. Kenapa mereka umumnya dikelompokkan sebagai almaghdhub? Karena mereka adalah orang-orang yang memahami dan mengetahui kebenaran tapi mereka begitu keras mengingkarinya. Padahal hati kecil mereka mengakui kebenaran itu. Surat 27 (An-Naml) ayat ke 14 menegaskan hal itu:

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Artinya: “Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.”

Itulah mengapa, siapapun yang mengerti dan memahami tentang suatu kebenaran tetapi dengan keras menolaknya maka akan menjadi kelompok orang yang dimurkai oleh Allah Swt.

Dan golongan yang ketiga adalah adh-Dhalliin, orang-orang yang dinilai sesat. Siapakah mereka? Yaitu orang-orang yang menjalani, memahami ataupun melaksanakan amaliyah kehidupan keagamaan, khususnya, tapi tidak didasarkan kepada pemahaman yang benar. Artinya, mereka beramal tanpa ilmu sehingga mereka dikatakan sebagai orang-orang yang sesat. Kenapa demikian?

Ya, siapapun yang menjalani suatu bentuk model kehidupan namun tidak didasari pada pemahaman yang lurus atau pada pengetahuan yang benar maka mereka akan tersesat. Di manakah kita berada di antara ketiga kelompok ini?

Semoga kita semua termasuk golongan yang pertama, yang memiliki pengetahuan yang baik, dan diberi kemudahan dan petunjuk untuk mengamalkan pengetahuan itu.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.