AGAR AWET DI GROUP WA

AGAR AWET DI GROUP WA

AGAR AWET DI GROUP WA

Oleh: Ali Nurdin

Bagaimana pertemanan kita agar awet, khususnya, di group WA? Inilah yang akan menjadi renungan kita pada kesempatan kali ini.

Yang pertama, niatkan bahwa kita menjadi anggota group dalam sebuah komunitas WA itu untuk bersilaturahim. Luruskan niat. Kalau itu niat kita maka beberapa hal yang terjadi di antara anggota group kita, insya Allah, itu hanya dinamika dan bumbu-bumbu saja. Tidak akan mudah kita menjadi kecewa apalagi sakit hati.

Nah, yang kedua, pahami bahwa kawan kita yang sudah kita kenal sekian puluh tahun kemudian pada akhirnya ketemu, dalam perjalanan hidupnya boleh jadi akan mengalami beberpa hal yang akan berbeda dengan seperti yang sebelumnya kita kenal. Karena itu, menjadi penting untuk berempati atas apa yang dirasakan oleh setiap orang dalam anggota group itu.

Dan yang ketiga, ini yang terpenting bagaimana petunjuk agama agar kita bisa awet menjadi anggota group itu. Di surat 57 (Al-Hadid) ayat 23. Tentu ayat itu tidak spesifik tapi kita dapat ambil pelajaran pentingnya dari ayat itu, yaitu apa? “Likay laa ta’sau ‘alaa maa faatakum wa laa tafrahuu bimaa aataakum”. Tidak putus asa kalau kita gagal, dan tidak berbangga diri kalau kita berhasil.

Apa  pelajaran inti dalam konteks kita bersosial di group WA?  Yaitu manakala kita ingin menyampaikan dakwah, menyampaikan hal-hal pelajaran penting dalam anggota group kita maka jangan kecewa kalau sekiranya mungkin tidak ada yang memberikan respon atau bahkan jangan berkecil hati kalau orang mungkin menanggapi negatif. Toh, niat kita sudah benar, cara kita sudah benar.

Sebaliknya kalau ada yang memberikan like, jempol yang banyak, jangan berbangga diri. Toh, pada hakikatnya kebaikan dan kebenaran yang kita posting itu adalah dari Allah Swt.

Jangan kecewa kalau tidak ada yang like, tapi juga jangan berbangga diri kalau banyak yang memberikan pujian.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.