Cara Mendapat Rezeki yang Benar dan Berkah

Cara Mendapat Rezeki yang Benar dan Berkah

Cara Mendapat Rezeki yang Benar dan Berkah

Oleh: Ali Nurdin

Kali ini kita akan membahas petunjuk Al-Qur’an tentang rezeki agar diperoleh dengan benar. Ini bukan tentang mendapatkan rezeki yang banyak, tetapi bagaimana memperoleh rezeki yang berkah. Rezeki yang berkah adalah ketika kita mendapatkan rezeki kemudian bertambah pula kebaikan, ketika kita mendapatkan kelapangan rezeki lalu bertambah juga ketaatan kita kepada Allah Swt.

Lalu bagaimana caranya?

Pertama, landasi untuk mencari rezeki dengan takwa, Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an surah ath-Thalaq/65 ayat 2-3:

 

فَإِذَا بَلَغۡنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمۡسِكُوهُنَّ بِمَعۡرُوفٍ أَوۡ فَارِقُوهُنَّ بِمَعۡرُوفٖ وَأَشۡهِدُواْ ذَوَيۡ عَدۡلٖ مِّنكُمۡ وَأَقِيمُواْ ٱلشَّهَٰدَةَ لِلَّهِۚ ذَٰلِكُمۡ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا

وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا

“Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”. “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.  (QS. at-Thalaq [65]: 2-3)

Dengan bertakwa maka kita akan diberi jalan keluar. Jika kita tertimpa musibah, misalnya, maka kita harus berikhtiar dan setelah itu kita bertakwa kepada Allah Swt. Rezeki tidak disangka-sangka adalah rezeki yang kita tidak duga datangnya. Jika karyawan kantor lembur maka rezeki bisa kita duga, mendapatkan sekian rupiah. Akan tetapi orang yang bertakwa akan mendapatkan rezeki yang tidak terduga. Berharap kepada seseorang yang kita kenal untuk bisa membantu akan tetapi belum tentu dibantu. Justru yang membantu kita ialah orang yang belum kita kenal. Itulah rezeki yang tidak terduga karena kita bertakwa.

Kedua, salah satu cara menggandakan rezeki dengan bersyukur. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an surah Ibrahim/14 ayat 7:

 

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim [14]: 7)

 

Jika kita bersyukur maka nikmat pasti akan ditambah. Sama-sama bekerja, berangkatnya juga bersama, kemudian pendidikan sama, tetapi rezeki yang diperoleh berbeda. Itu semua semata-mata karena Allah Swt. Karena itulah, yakini bahwa setiap nikmat yang kita terima adalah berasal dari karunia Allah Swt. Hadza min fadhli rabbi. Perhatikan ayat berikut:

قَالَ ٱلَّذِي عِندَهُۥ عِلۡمٞ مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن يَرۡتَدَّ إِلَيۡكَ طَرۡفُكَۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسۡتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّي لِيَبۡلُوَنِيٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّٞ كَرِيمٞ

“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS. an-Naml [27]: 40)

 

Ketiga, agar rezeki berkah maka kita hendaknya berinfak fii sabilillah, di jalan Allah. Allah Swt. telah berjanji dalam Al-Qur’an bagi mereka yang berinfak:

 

قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥۚ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya”. (QS. Saba’ [34]: 39)

 

Rezeki berkah dengan cara berinfak dan berbagi. Ini  berbeda dengan logika setan. Setan menakut-nakuti manusia dengan berkata, “Jangan kau berinfak, nanti kau akan miskin.” Akan tetapi Allah Swt. justru menegaskan sebaliknya yakni orang yang berinfak maka rezekinya akan diganti dan bahkan ditambah. Karena itulah Allah melarang kita mengikuti bisikan dan langkah setan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ حَلَٰلٗا طَيِّبٗا وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (QS. al-Baqarah [2]: 168)

 

Setan akan menakuti manusia dengan sifat keji yaitu kikir. Maka, sebagai tolak ukur kriteria kekuatan iman seorang muslim dapat dilihat dari kriteria ini, yakni semakin mudah kita berinfak maka akan semakin kuat iman kita.

Orang yang suka bersosial pasti hidupnya diberkahi, dengan berbagai pintu rezeki dari mana saja, urusan yang kelihatanya sulit kemudian urusan tersebut dimudahkan oleh Allah Swt., begitupun anak-anak kita di sekolah akan dimudahkan oleh Allah Swt. karena kita bersosial dengan baik. Agar anak yang biasa-biasa saja bisa sekolah dengan baik, maka orang tua harus berjuang agar bisa bersosial dengan baik.

Rezeki tidak hanya sekadar harta tetapi segala sesuatu yang bermanfaat. Memiliki keluarga yang baik itu rezeki, punya suami/istri yang baik itu rezeki, punya ketua RT yang baik itu rezeki. Allah Swt. adalah Maha Pemberi Rezeki maka mohonlah rezeki kepada-Nya.

Wallahu a’lam.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.