MUSLIM ITU BERSAUDARA

MUSLIM ITU BERSAUDARA

MUSLIM ITU BERSAUDARA

Oleh: Ali Nurdin

Kali ini kita akan memetik pelajaran penting dari ayat Al-Qur’an, tepatnya di surah at-Taubah (surah ke-10) pada ayat yang ke 11. Allah Swt. berfirman:

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.”

Ayat ini menjadi penegasan bahwa ketika kita sudah berkomitmen sebagai seorang muslim maka kita memiliki hubungan persaudaraan antar sesama muslim. Karena itu, sewajarnya kalau kita menguatkan persaudaraan itu sepanjang mereka –kalau melihat standar ayat ini- mengerjakan shalat, menunaikan zakat, itulah saudara kita.

Kalau toh ada sekian perbedaan, misalnya, dalam praktek shalat, atau dalam memahami praktek ibadah tertentu, tidak sewajarnya bagi kita untuk mengendorkan apalagi mengoyak persaudaraan itu. Karena hal ini juga ditegaskan oleh Allah di surah 49 (al-Hujurat) pada ayat yang ke-10 di mana Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sunggu orang mukmin itu bersaudara.”

Ungkapan ini cukup kuat untuk menggambarkan bahwa meskipun akan ada perbedaan-perbedaan di antara kita sebagai seorang muslim, sekali lagi tidak sewajarnya itu menjadi alasan untuk mengendorkan apalagi mengoyak persaudaraan kita. Kenapa? Karena memang kita tidak mungkin untuk sama dalam semua hal, tidak mungkin sama dalam semua pemahaman. Akan ada perbedaan.

Maka, salah satu pesan penting dari tema kita kali ini adalah bagaimana atas sekian banyak persamaan itu kita kuatkan dan atas sekian banyak perbedaan di antara kita, baik dari segi praktek kita beribadah, maupun dalam pemahaman yang lain, mari kita bertoleran.

Jangan sampai persamaan yang banyak itu diruntuhkan hanya karena sekian perbedaan dan itupun bukan yang prinsip. Persaudaraan kita sesama muslim menjadi sangat mahal kalau hanya kemudian dikoyak oleh hal yang tidak prinsip.

Semoga persaudaraan kita tidak hanya di dunia, tapi karena kesamaan iman, insya Allah, kita bisa berkumpul juga nanti di akhirat.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.