Rumahku Surgaku

Rumahku Surgaku

Rumahku Surgaku

Oleh: Ali Nurdin

Menikah itu mudah. Tapi bagaimana melestarikan rumah tangga agar menjadi sebuah rumah tangga yang diidamkan setiap orang menikah, atau yang dalam ungkapan umum sering kita dengar “baity jannaty”, rumahku adalah surgaku. Itu yang saya kira tidak mudah. Karena tidak mudah maka perlu usaha sungguh-sungguh bagi setiap orang yang menginginkan dan tidak cukup hanya mengangankan agar rumah tangganya menjadi rumah tangga yang kemudian disebut sebagai surga di dunia.

Bagaimana petunjuk agama agar kita mencapai seperti itu? Yang pertama yang harus diingat adalah dalam pandangan agama kita, menikah itu adalah ibadah. Artinya apa? Sepanjang niat kita baik maka bersatunya dua orang laki-laki dan perempuan dalam ikatan sebuah pernikahan itu dianggap dalam agama kita adalah sebuah ibadah.

Yang kedua, setiap orang yang telah terikat dalam hubungan suami-istri dalam kehidupan rumah tangga seyogyanya menyadari dan berkomitmen bersama bagaimana melestarikan kehidupan rumah tangga itu yang baik, tidak hanya berlaku di dunia tapi sampai nanti di akhirat. Salah satu resep yang bisa kita sampaikan di sini dua saja.

Yang pertama, menyadari bahwa masing-masing itu punya hak dan kewajiban. Seorang suami harus menyadari apa kewajibannya dan apa yang menjadi haknya. Demikian juga seorang istri.

Kemudian yang kedua, komunikasi dalam melestarikan kehidupan rumah tangga menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Karena banyak kasus, di mana masalah sederhana karena gagal komunikasi yang baik menjadi seakan rumit dan berat. Maka, misalnya, tolong jangan pernah mengungkit hal-hal yang tidak disukai oleh pasangan kita.

Tolong jangan pernah menuntut pasangan kita harus melakukan sesuatu yang menurut kita sempurna. Tidak ada orang sempurna. Maka juga tidak ada suami atau istri yang sempurna. Yang ada adalah seorang suami yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Seorang istri yang ada adalah yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Karena itu, agar rumah tangga kita menjadi surga kita, “baity jannaty”, caranya apa? Perkuat dan terus kuatkan kelebihan masing-masing dan juga toleran atas kekurangan masing-masing. Sekali lagi karena apa? Karena tidak ada orang yang sempurna, tidak ada suami dan istri yang sempurna.

Apresiasi atas kelebihannya dan toleransi atas kelemahan dan kekurangannya. Semoga keluarga kita semua menjadi surga, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.