KEPASTIAN HIDUP MANUSIA

KEPASTIAN HIDUP MANUSIA

KEPASTIAN HIDUP MANUSIA
Oleh: Ali Nurdin

Kepastian hidup manusia yang sering dilupakan oleh manusia, ada empat yaitu :

Pertama, Hidup bukan permainan tanpa tujuan. Allah SWT menciptakan manusia bukan tanpa tujuan dan bukan permainan, hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun ayat 115, Allah SWT berfirman:

 

”Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”. (QS. Al-Mu’minun [23]: 115).

Maka dalam hidup tentu ada perencanaan yang sudah pasti. Allah SWT akan memudahkan perencanaan dan urusan dunia dengan membaca doa dalam Al-Qur’an, “dan mudahkanlah untukku urusanku”. (QS. Thaha [20]: 26)

 

Kedua, Mendapat Rizki. Allah SWT adalah pemberi rizki hal ini sesuai dengan firman-Nya :

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. (QS. Hud [11]: 6-7).

 

Rizki sudah diatur oleh Allah SWT dari mulai binatang dan manusia. Manusia diperintahkan hanya menjemput rizki bukan mencari rizki. Rizki terbagi dua yaitu rizki aktif dalam artian nominal dan rizki pasif yaitu keterhindaran dari musibah.

Ketiga, Pertolongan bagi rasul dan orang-orang yang beriman di dunia dan di akhirat, hal ini sesuai dengan firman-Nya:

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)”. (QS. Ghafir [40]: 51).

Keempat, Kepastian Surga. Setiap jiwa akan mati. Mati adalah kepastian yang nyata. hal ini sesuai dengan firma-Nya:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. (QS. Al-Anbiya [21]: 35).

Jadi orang yang cerdas tentu memilih orientasi hidupnya untuk kehidupan akhirat.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.