HIKMAH MAULID NABI MUHAMMAD

HIKMAH MAULID NABI MUHAMMAD

HIKMAH MAULID NABI MUHAMMAD

Sungguh yang paling penting dari Maulid, yaitu ingat seseorang karena jasanya, dan juga kepribadiaan yang luar biasa yaitu Nabi Muhammad SAW. Ini penting dilakukan karena detik terakhir sebelum ajal menjemput, yang diingat Nabi Muhammad SAW adalah tentang ummatnya, yang selalu diingat oleh Beliau bukan dirinya tetapi ummatnya. Hendaknya kita merenung, apakah kita sudah melaksanakan sunah-sunah Nabi Muhammad SAW?

Ketika menjelang wafat, Nabi Muhammad SAW didatangi oleh malaikat Izrail (malaikat penyabut nyawa) dengan mengucap salam. Penampilan dan penampakan malaikat Izrail berwatakan orang badui yang ganteng. Saat itu Nabi Muhammad SAW langsung keringat dingin. Kemudian ditanya oleh Fatimah, “siapa itu orang yang datang?” “Itulah malaikat Izrail,” jawab Nabi.  Ia datang untuk mencabut nyawa Rasulullah SAW.

 

Nabi Muhammad SAW, bertanya kepada malaikat Izrail, di mana malaikat jibril yang selalu hadir dan menemani Rasul. Malaikat Izrail menjawab bahwa malaikat Jibril berada di langit penghujung dunia, pintu langit sudah siap menjemput rasul.

Nabi Muhammad SAW, dalam pesan terakhinya kepada para sahabat, “Wahai sahabat, ku-titipkan pegangan yang bisa bicara dan tidak bisa bicara. Pegangan yang bisa bicara, adalah Al-Quran, maka bacalah. Pegangan tidak bisa bicara adalah Al-Maut, yaitu kematian.”

Kemudian kalimat ummati, ummati, didengar oleh Ali bin Abi Thalib, dilanjutkan agar menjaga shalat, dengan shalat yang sempurna. Sempurna shalat dapat digambarkan sempurnanya membangun gedung, jadi shalatnya semakin hari semakin bagus.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.