DIAM YANG BERPAHALA

DIAM YANG BERPAHALA

DIAM YANG BERPAHALA

Seorang anak butuh waktu dua tahun untuk belajar berbicara. Namun, manusia butuh waktu sepanjang tahun, sepanjang usianya untuk belajar diam.

Mengapa berbicara itu menyenangkan bagi manusia? Karena di samping manusia memang diberi kemampuan untuk berbicara, dan berbicara yang mengandung hal-hal buruk, permusuhan, terkadang memang itu sangat menyenangkan.

Sehingga termasuk berita-berita yang berisi tentang, misalnya, permusuhan antar satu kelompok, kompetisi, kontestasi, termasuk pemilihan kepala daerah, pemilihan kepala pemerintahan, selalu menarik. Dan itu menjadi berita yang ditunggu-tunggu.

Karena apa? Karena itu adalah sebuah kondisi di mana manusia saling berhadap-hadapan dan peran setan di situlah bermain. Allah berfirman:

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isra’ [17]: 53)

Sungguh setan itu suka menimbulkan permusuhan. Itulah mengapa berita-berita tentang hal-hal yang berisi permusuhan selalu menarik dan laku untuk dijual di masyarakat.

Nah, tugas kita adalah berusaha sungguh-sungguh dalam menyikapi hal-hal yang kita nilai tidak benar atau belum benar. Janganlah kita kemudian berlebihan dalam menyikapinya. Tetaplah kita bersikap bijaksana. Termasuk menyaring informasi yang ada pada kita. Karena diam menjadi lebih baik ketika berbicara tidak membawa manfaat. Diam menjadi ibadah ketika berbicara justru menambah dosa.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.