ORANG BAIK YANG TERSAKITI

ORANG BAIK YANG TERSAKITI

ORANG BAIK YANG TERSAKITI

Beberapa waktu lalu ada suatu film yang sangat terkenal. Saya juga belum nonton tapi membaca resumenya, yaitu film JOKER. Di mana ada suatu ungkapan kesimpulan dari film tersebut bahwa orang jahat itu orang baik yang tersakiti.

Nah, bagaimana agama memandang hal ini. Tentu saja kriteria kebaikan dan keburukan dalam agama kita sudah jelas. Tapi dalam kasus tertentu orang menyimpulkan seperti itu bisa dimengerti. Sekarang berbicara apa yang dimaksud dengan kebaikan itu. Rasulullah SAW pernah menegaskan bahwa yang disebut kebaikan itu “al birru mathma anna ilaihin nafsu, wa mathma anna ilaihil qolb”. Perbuatan baik itu yang kalau kita kerjakan hati kita menjadi tenang, jiwa kita menjadi damai. Sedangkan keburukan “wal itsmu” atau dosa “maa haaka fish shodri wataraddad” di mana kalau kita kerjakan, hati kita menjadi gelisah “wa karihta ay yathli’a ‘alaihin nas” dan engkau tidak suka kalau perbuatanmu diketahui orang. Itulah perbuatan jahat atau perbuatan buruk.

Bagaimana keadaannya jika ada orang yang mengatakan bahwa orang jahat itu orang baik yang tersakiti. Maksudnya, boleh jadi adalah karena akibat perbuatan-perbuatan seseorang atau orang lain yang dialamatkan atau dituduhkan atau di’bully’kan kepada orang baik tersebut akhirnya berpengaruh besar, berdampak pada kepribadiannya. Itu bisa kita pahami. Lingkungan salah satu yang menentukan kepribadian seseorang. Karena itu, Rasulullah berpesan agar kita bergaul dengan orang-orang yang baik, agar kita terus menjadi baik.

Jadi, kalau dikatakan bahwa orang jahat adalah orang baik yang tersakiti, kita dapat maknai bahwa kalau kita ingin terus menjadi baik maka bersikap baiklah dalam menyikapi kejahatan orang lain. Belajar untuk tidak ambil pusing dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Kenapa? Karena kita tidak bisa mengendalikan ucapan dan pikiran orang lain tapi pasti kita bisa mengendalikan diri kita sendiri.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.