BERAGAM CARA MERAIH RIDHA ALLAH

BERAGAM CARA MERAIH RIDHA ALLAH

BERAGAM CARA MERAIH RIDHA ALLAH

Oleh: Ali Nurdin

Setiap orang dianugerahi oleh Allah dengan talenta, keistimewaan yang berbeda-beda. Ini diisyaratkan pada surah 92, al-Lail, pada ayat yang ke 4: Inna sa’yakum la syatta, Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Ini berpengaruh juga pada aspek bagaimana seseorang mendekatkan diri kepada Allah, bertakwa kepada Allah. Boleh jadi dengan pendekatan atau model dan cara yang berbeda.

Misalnya apa? Ada orang yang mungkin shalatnya hanya yang lima waktu saja, yang wajib saja. Tapi dia luar biasa dalam aspek sosialnya, sedekahnya tidak sedikit. Sebaliknya ada orang yang karena masalahnya, keadaan, dan kondisi hidupnya, dia sabar sekali. Nah, dengan cara itulah ia mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ada juga orang yang dianugerahi oleh Allah dengan kemampuan pengetahuan yang luas. Sehingga waktunya didedikasikan untuk mengajar, untuk memberikan pencerahan kepada orang lain, dan seterusnya.

Intinya apa? Ketika setiap orang itu diberi oleh Allah anugerah yang berbeda-beda, dan dia gunakan untuk mengharapkan ridha Allah dengan cara yang baik, Insya Allah itu juga merupakan tanda orang baik. Maka, jangan pernah menilai seseorang hanya pada satu aspek saja. Terlebih kalau malah menjadikan kita merasa lebih hebat dari orang lain. Allah tegaskan, Falaa tuzakkuu anfusakum, jangan menganggap dirimu suci, huwa a’lamu bimanit taqo, karena Allah yang tahu siapa di antara kita ini yang paling bertakwa. (Lihat QS. An-Najm [53]: 32)

Dalam Al-Qur’an kita juga temukan ada perintah untuk bertakwa semaksimal mungkin:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran [3]: 102)

Namun, kita juga temukan perintah di surah 64, at-Taghabun, ayat 16. Apa bunyinya?

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Bertakwalah sesuai kemampuanmu. Artinya apa? Apapun anugerah Allah yang diberikan kepada kita, kita gunakan itu untuk jalan kebaikan, untuk berbagi. Maka, insya Allah itu akan menjadi kebaikan buat kita bersama.

 

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.