MACAM-MACAM REZEKI

MACAM-MACAM REZEKI

MACAM-MACAM REZEKI

Oleh: Ali Nurdin

Dalam kesempatan kali ini kita akan bahas mengenai berbagai macam rezeki. Pertama, Rezeki sudah dijaminkan (sudah ada). Rezeki makhluk hidup yang sifatnya dasar sudah dijamin oleh Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:

۞ وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

“Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud [11]: 6)

Sifat rezeki ini adalah rutinitas sehingga bisa jadi jarang sekali disyukuri. Manusia menghirup udara itu gratis, kecuali dalam kondisi sakit tertentu maka harus dibantu dengan oksigen, berarti harus membeli oksigen. Untuk itu, semua karunia Allah SWT harus disyukuri dan begitu banyak rezeki lain yang dijamin oleh-Nya agar terus disyukuri.

Kedua, rezeki hasil usaha sendiri. Rezeki hasil usaha sendiri yang dilakukan oleh manusia akan diperoleh sesuai dengan kualitas usahanya. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an:

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

“dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,” (QS. An-Najm [53]: 39) Seberapa keras dan cerdas manusia memperoleh rezeki akan seimbang dengan seberapa besar tanggung jawab yang akan ia pikul. Karena itu, siapapun yang ingin menjemput rezeki (tidak memandang ia muslim atau non muslim), yang penting adalah kerja keras, pasti Allah SWT akan membalasnya. Ia berfirman dalam ayat yang lain:

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.” (QS. Hud [11]: 15)

Ini yang sering disampaikan kepada non muslim tentang harta yang melimpah, sebab non muslim berhasil karena kerja keras dengan cerdas dalam berusaha, maka balasannya ia akan memperoleh dari hasil kerja tersebut.

Ketiga, rezeki kelas tinggi. Tambahan rezeki dengan disertai keridha-an Allah SWT. Rezeki ini diperoleh oleh orang-orang khusus (orang-orang yang beriman), dalam bahasa Al-Qur’an disebut “min haitsu laa yahtasib” yaitu rezeki yang datang dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Rezeki jenis “min haitsu laa yahtasib” ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an

فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. (QS. At-Thalaq [65]: 2-3)

Rezeki yang tidak disangka-sangka itu bisa diperoleh melalui jalan takwa kepada Allah SWT.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.