NETIZEN INDONESIA PALING TIDAK SOPAN?

NETIZEN INDONESIA PALING TIDAK SOPAN?

 

NETIZEN INDONESIA PALING TIDAK SOPAN?

Oleh: Ali Nurdin

(Pembelajar dari Tang Sel dan koordinator cariustadz.id).

Hari-hari ini riuh di media sosial yang membincangkan hasil  riset Microsoft yang mengukur tingkat kesopanan pengguna internet sepanjang 2020. Hasilnya, Indonesia berada di urutan ke-29 dari 32 negara yang disurvei. Dengan hasil tersebut, Indonesia menjadi negara dengan tingkat kesopanan yang paling rendah di Asia Tenggara.

Di atas Indonesia, Vietnam berdiri pada peringkat ke-24. Sementara Thailand menempati peringkat ke-19 dan Filipina berada di peringkat ke-13.

Bukannya terima kasih namun netizen malah menyerbu kolom komentar di medsos microsoft sampai kemudian ditutup. (Kompas.com, 26 februari 2021).

Dalam berbagai hasil riset masyarakat Indonesia dinilai sebagai masyarakat yang ramah bahkan paling ramah di dunia terhadap warga negara asing/wisatawan. Apakah ada pergeseran perilaku masyarakat?

Hasil riset yang menyebut masyarakat Indonesia ramah itu di dunia nyata, sedangkan riset microsoft di dunia maya.

Baca juga: BISA KARENA BIASA DAN BIASA KARENA DIPAKSA?

Apakah ini berarti masyarakat Indonesia bisa disebut “munafiq”? Silakan beri komentar masing-masing. Kita fokus saja untuk mencoba memberi kontribusi pada masalah tersebut. Bisa kita mulai di mana peran pendidikan dan dakwah agama kok sepertinya belum maksimal.

Pendidikan agama masih didominasi model direct teaching yang searah dan mendoktrin,  tidak memberi ruang untuk setiap anak didik mengembangkan diri dengan kemampuan masing-masing yang  berbeda-beda sebagai anugerah Allah Swt. (17:84).

Model ini bukan sepenuhnya salah, dalam aspek tertentu tetap baik untuk diterapkan. Namun, spirit umumnya seharusnya pendidikan agama dapat menjadikan setiap anak untuk mewujudkan, dalam perilaku sehari-hari, karakter baik yang sudah diinstall oleh Allah Swt. Demikian juga dalam syiar agama umumnya dan penyampaian dakwah pada khususnya.

Salah satu yang mendorong Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) untuk membentuk platform cariustadz.id karena keprihatinan adanya cara berdakwah yang kurang proporsional;  yang suka memukul bukan merangkul, dakwah yang tidak rahmah malah berisi sumpah serapah. Bagaimana umat akan memiliki karakter yang baik kalau cara berdakwah pun sudah bermasalah.

Hasil survey tersebut seyogyanya tidak disikapi dengan reaktif melainkan dengan bijaksana sebagai pelecut untuk memperbaiki cara dakwah yang ramah dan rahmah untuk Indonesia yang lebih hebat.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.