MEMAKNAI IDUL FITRI

MEMAKNAI IDUL FITRI

MEMAKNAI IDUL FITRI

Oleh: Ali Nurdin

Setiap permulaan memiliki akhir. Ini juga yang kita rasakan selama Ramadhan, kita beribadah sebulan penuh dan pada akhirnya kita pun harus mengakhiri bulan suci ini. Hari ini kita merayakan Idul Fitri di mana hari ini banyak yang mengatakan sebagai hari kemenangan. Pada hari ini Allah memberikan anugerah berupa hari raya atau dalam bahasa Arab disebut dengan istilah ‘ied. Anugerah ini diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang telah menjalankan ibadah-ibadah dalam Ramadhan dengan baik.

Secara substantif, sebetulnya yang berhak merayakan Idul Fitri, itu yang beribadah. Kalau ada yang merayakan namun sama sekali tidak beribadah, sebetulnya itu tidak lazim. Sewajarnya bagi kita yang dianugerahkan oleh Allah dengan menjalankan ibadah selama Ramadhan untuk bersyukur dan merayakan hari raya Idul Fitri. Karena itu, di ujung ayat 185 surah al-Baqarah, Allah memberi petunjuk bagaimana seharusnya kita menyudahi Ramadhan, Walitukabbirullaha ‘alaa maa hadaakum wala’allakum tasykuruun, agungkanlah Allah yang telah memberikan hidayah kepadamu semoga kamu menjadi orang-orang yang bersyukur.

Bentuk syukur kita dapat diekspresikan dalam bentuk keyakinan bahwa semua anugerah berasal dari Allah. Kita menjadi rajin dan taat saat Ramadhan merupakan anugerah dari Allah. Jangan menepuk dada, itu karena saya sungguh-sungguh. Itu keliru. Semuanya terjadi karena izin Allah dan anugerah-Nya.

Bukti kita menjadi orang bersyukur ialah menjadi pribadi-pribadi yang baik, pribadi-pribadi yang diidealkan dalam agama kita yaitu yang berakhlakul karimah, berakhlak mulia.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.