MENYIKAPI INTOLERAN

MENYIKAPI INTOLERAN

MENYIKAPI INTOLERAN

Oleh: Ali Nurdin
Kita sudah sering berusaha untuk bersikap toleran terhadap orang lain tapi terkadang kita dihadapkan pada kenyataan justru orang lain yang bersikap tidak toleran kepada kita. Mungkin, misalnya, kita dibully, dikatakan begini dan begitu yang tidak enak didengar. Bagaimana petunjuk agama kalau kita dihadapkan pada situasi seperti itu? Mari perhatikan ayat berikut:

قُلْ لَّا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّآ اَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

“Katakanlah, “Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Saba’ [34]: 25)

Petunjuk di atas sangat bagus untuk kita jadikan renungan. Ayat di atas menggambarkan bagaimana sikap kita dalam menghadapi orang yang tidak toleran yaitu dengan tegas kita katakan dalam bahasa sederhana, “Kalau menurut Anda pemahaman saya salah, ya udah, tidak usah berlebihan untuk menyalah-nyalahkan. Toh, seandainya saya salah di mata Allah, saya yang akan bertanggung jawab bukan Anda. Sebaliknya, kalau Anda yang ternyata dianggap benar oleh Allah pahalanya buat Anda.”

Karena itu, kita hendaknya bersikap proporsional. Kita tidak perlu berlebihan dalam meyakini kebenaran yang sampai membuat kita suka menyalah-nyalahkan orang lain. Lebih lanjut, ayat berikutnya mengatakan:

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّۗ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ

“Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui.” (QS. Saba’ [34]: 26)

Bukan tugas kita untuk mengadili kebenaran orang lain tetapi Allah yang akan mengadili kita semua. Biarlah Allah yang Mahaadil yang akan menjadi penentu atas segala amal perbuatan kita. Tugas kita adalah saling berlomba untuk mengerjakan kebaikan. Siapa di antara kita yang terbaik? Nanti Allah yang akan memastikan siapa yang akan menjadi pemenang dan siapa yang nilainya tertinggi dalam ibadah kita.

Tugas kita, sekiranya kita tidak sama maka bertoleranlah. Jangan sampai antar sesama muslim terjadi gesekan yang berlebihan sehingga tidak nyaman dalam menjalankan agama padahal kita meyakini agama diturunkan untuk membahagiakan kita di dunia dan akhirat.

 

 

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.