TAKUT PADA ALLAH VS TAKUT PADA VIRUS

TAKUT PADA ALLAH VS TAKUT PADA VIRUS

 

TAKUT PADA ALLAH VS TAKUT PADA VIRUS

Oleh: Ali Nurdin

Ada pertanyaan yang mungkin menjadi representasi kegelisahan kita bersama di mana pada masa-masa sekarang karena pandemi tempat ibadah ditutup sementara, apakah tidak takut pada Allah?

Salah satu tujuan syariat Islam yang biasa dikenal dengan maqashidusy syariah yang paling utama ialah hifzhun nafs, menjaga jiwa. Tujuan syariat ini agar setiap orang memelihara jiwa baik diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, dalam Islam ada larangan membunuh dengan tujuan menjaga jiwa manusia agar selamat.

Para ulama, dalam konteks pandemi sekarang ini, untuk sementara bukan selamanya, bersepakat untuk meminta jamaah agar beribadah di rumah. Ini bukan melarang ibadah, hanya memindahkan tempat untuk beribadah.

Hal ini dilakukan untuk menjaga jiwa, dan itu adalah pesan utama dari tujuan syariat. Aneh kalau ada yang bilang kok gak takut sama Tuhan? Justru karena kita takut pada Tuhan sehingga tempat ibadah ditutup agar tidak terjadi kerumunan yang bisa menyebabkan kematian akibat terpapar virus.

Kalau hal ini dinilai salah, tentu ulama Arab Saudi juga salah saat menutup masjidil haram dan beberapa negara Islam lainnya yang ikut menutup sementara tempat ibadah. Apakah para pemerintah di negara-negara Islam itu tidak takut pada Tuhan? Sekali lagi, justru menutup sementara agar tidak terjadi kerumunan di tempat ibadah adalah bagian dari kita takut pada Tuhan supaya tidak mengorbankan orang karena kekhilafan kita.

Pertimbangan para ulama adalah kemaslahatan karena situasi darurat dan karena menjaga jiwa juga merupakan pesan agama.

Baca juga: KEUTAMAAN TOBAT

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.