Ali Nurdin NQ

Hubungan Antara Khair Dengan Ma’ruf

Hubungan Antara Khair Dengan Ma’ruf Oleh: Ali Nurdin   Al Qur’an surah Ali Imran ayat 104 menyebut khair dengan ma’ruf dalam satu rangkaian kata. وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” Para mufassir berbeda pendapat ketika menafsirkan

HAJI SUNNAH DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

HAJI SUNNAH DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL Oleh: Ali Nurdin   Secara umum ibadah dalam Islam dari segi kegunaannya dapat dibedakan menjadi dua; ibadah yang bersifat  individual dan yang bersifat sosial. Manakah yang lebih utama (afdhal) apakah ibadah individual atau yang bersifat sosial. Dalam hal ini mana yang lebih utama ibadah haji yang sunnah ataukah membelanjakannya untuk keperluan sosial? Untuk menjawab pertanyaan di atas perlu disampaikan prinsip-prinsip penting dalam agama. Dalam

Menuju Masyarakat Khairu Ummah

Menuju Masyarakat Khairu Ummah Oleh: Ali Nurdin Istilah khairu ummah yang berarti umat terbaik atau umat unggul atau masyarakat ideal hanya sekali saja disebut di antara 64 kata ummah dalam Al Qur’an yakni dalam firman Allah berikut: كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,

Fahisyah Dalam Al Qur’an

Fahisyah Dalam Al Qur’an Oleh: Ali Nurdin Salah satu ungkapan yang menunjukkan pada arti keburukan yang disebut dalam Al Qur’an adalah Kata fahisyah. Kata ini secara bahasa menurut Ar Raghib Al Asyfahani diartikan sebagai segala perbuatan yang dinilai sangat buruk oleh agama, budaya, naluri kemanusiaan dan akal yang sehat, menyangkut ucapan atau perbuatan. Kata fahisyah dengan segala perubahannya terulang sebanyak 24 kali. Masing-masing adalah al fahsya’ tujuh kali, fahisyah 13

Beribadah Kepada Allah

Beribadah Kepada Allah Oleh: Ali Nurdin – Dalam surah Adz Dzariyat ayat 56, Allah Swt. Berfirman: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ – Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat [51]: 56) – Ayat ini mengisyaratkan bahwa tugas lain manusia selain sebagai khalifah ialah untuk menjadikan segala aktivitas hidupnya bernilai ibadah. Tentu saja dalam hal ini termasuk bekerja dalam kapasitas apapun.

Manusia Sebagai Khalifah

Manusia Sebagai Khalifah Oleh: Ali Nurdin Salah satu tugas manusia dijelaskan dalam surah al-Baqarah ayat 30: وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi

Prinsip Hukum Islam: Prinsip Tauhid

Prinsip Hukum Islam: Prinsip Tauhid Oleh: Ali Nurdin Islam sebagai agama memiliki beberapa prinsip yang harus dipegang teguh oleh pemeluknya. Salah satu prinsip krusial yang terdapat dalam Islam ialah prinsip tauhid. Prinsip ini menjelaskan bahwa seluruh manusia ada di bawah ketetapan yang sama sebagai hamba Allah. Beberapa ayat yang menjelaskan tentang prinsip ini di antaranya adalah : “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah

HARTA KEKAYAAN MENURUT AL QUR’AN

HARTA KEKAYAAN MENURUT AL QUR’AN Oleh: Ali Nurdin     Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya. (QS. al-Hijr [15]: 19-20). Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa Allah Swt. telah menyiapkan aneka fasilitas yang terhampar di alam semesta