Ali Nurdin NQ

CARA MENGAKHIRI RAMADHAN

CARA MENGAKHIRI RAMADHAN Oleh: Ali Nurdin Alhamdulillah, kita sudah berada diujung bulan Ramadhan. Sebentar lagi tamu agung kita ini akan meninggalkan kita semua. Apa yang seharusnya kita lakukan untuk mengakhiri bula Ramadhan ini? Berbuat baik itu mudah namun berbuat baik dengan istiqamah itu yang tidak mudah. Maka, dalam mengakhiri bulan Ramadhan ini seyogyanya kita berazam atau bertekad bulat untuk meneruskan hal-hal positif yang sudah kita lakukan selama bulan Ramadhan. Di

PUASA MENYIKAPI PERBEDAAN

PUASA MENYIKAPI PERBEDAAN Oleh: Ali Nurdin Perbedaan itu sebuah keniscayaan. Segala hal pasti ada perbedaan. Ciptaan Allah dalam segala bentuknya itu berbeda-beda. Demikian halnya manusia, berbeda dalam banyak hal, termasuk dalam memahami sesuatu pasti ada perbedaan. Rambut boleh sama hitamnya tapi isi kepala bisa berbeda-beda. Isi kepala salah satunya adalah pemikiran dan pemahaman, termasuk memahami satu ajaran agama. Ada perbedaan. Maka, bagaimana menyikapi perbedaan terlebih bagi orang yang sedang berpuasa?

AWAS JEBAKAN SETAN

AWAS JEBAKAN SETAN Oleh: Ali Nurdin Tema yang akan kita bahas kali ini adalah tentang jebakan setan. Topik ini menarik karena dalam sebuah hadis diinformasikan bahwa ketika datang bulan ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari-Muslim) Ada yang bertanya, kalau setan dibelenggu

PUASA DAN PENGENDALIAN DIRI

PUASA DAN PENGENDALIAN DIRI Oleh: Ali Nurdin Perbuatan manusia secara garis besar dapat kita bagi dua, yang disadari dan yang tidak disadari. Perbuatan yang disadari juga terbagi menjadi dua, yang bernilai ibadah dan yang tidak bernilai ibadah. Perbuatan yang bernilai ibadah mencakup ibadah yang telah diatur syarat dan ketentuannya yang biasa dikenal dengan ibadah mahdhah. Sedangkan aktifitas yang tidak secara khusus diatur dalam agama namun karena niatnya untuk ibadah maka

PUASA SEBAGAI KEBUTUHAN

PUASA SEBAGAI KEBUTUHAN Oleh: Ali Nurdin Kita akan selalu membutuhkan ibadah kita kepada Allah. Salah satu ibadah yang sangat kita perlukan adalah ibadah puasa. Jangan pernah menduga bahwa Allah itu butuh dengan ibadah kita, termasuk puasa kita. Maka, agar puasa kita lebih bermakna, kita harus meyakini bahwa puasa itu untuk kepentingan kita, untuk kebutuhan kita. Manusia akan selalu butuh kepada Allah dengan menjalankan ibadah-ibadah yang telah disyariatkan. Dalam Al-Qur’an, Allah

MAKNA WALI ALLAH

MAKNA WALI ALLAH Oleh: Ali Nurdin Ada kesan di masyarakat ketika seseorang bisa melakukan sesuatu yang menyelisihi kebiasaan atau sesuatu yang luar biasa, kita sering menyebut orang tersebut sebagai wali Allah. Apakah pandangan ini benar? Tentu saja tidak sepenuhnya salah. Tapi ada juga kaidah yang mengatakan, “Laa ya’riful wali illaa wali”, tidak ada orang yang mengetahui seseorang itu wali kecuali dia seorang wali juga. Sikap kita ialah sebaiknya tidak mudah

MAKNA INSYA ALLAH

MAKNA INSYA ALLAH Oleh: Ali Nurdin Kali ini kita akan berbicara istilah yang sering digunakan sehari-hari yaitu kalimat “Insya Allah”. Kalimat ini secara bahasa berarti “jika Allah menghendaki”. Ungkapan ini menunjukkan kerendah hatian kita. Ungkapan ini mengajarkan bahwa manusia itu posisinya hanya sebatas merencanakan, memiliki sedikit niat atau kehendak, di mana hakikatnya yang mewujudkan itu semua adalah Allah SWT. Sekuat apapun posisi atau keadaan kita, untuk hal yang akan dikerjakan,

MAKNA HAUQALAH

MAKNA HAUQALAH Oleh: Ali Nurdin Salah satu ungkapan populer di masyarakat kita sebagai seorang muslim adalah ucapan “Laa haula wa laa quwwata illaa biLLaah”. Ungkapan ini biasa dikenal nama hauqalah. Ungkapan ini dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa bagi siapa yang mengucapkan itu niscaya Allah akan memberikan anugerah yang luar biasa. Apa sebenarnya isi kandungan ucapan itu? Para ulama menafsirkan “Laa haula” itu artinya tidak ada kemampuan untuk menghindarkan kita

HIKMAH ISRA’ MI’RAJ

HIKMAH ISRA’ MI’RAJ Oleh: Ali Nurdin Peristiwa isra’ dan mi’raj merupakan salah mukjizat dari Rasulullah SAW. Isra’ dan Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW di malam hari dari Masjid Haram di Makkah menuju Masjid Aqsha di Palestina, kemudian berlanjut dengan naiknya beliau dari Masjid Aqsha sampai ke Sidratil Muntaha. Peristiwa isra’ dijelaskan dalam ayat berikut: سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ

MAKNA QADARULLAH

MAKNA QADARULLAH Suatu saat kami diundang untuk hadir dalam sebuah majlis pengajian tetapi saya izin tidak bisa hadir karena kurang sehat. Mendengar saya izin, orang yang mengundang saya bilang, “Qadarullah, ustadz. Tidak apa-apa. Mudah-mudahan cepat sembuh.” Dan mungkin dalam banyak kesempatan lain kita sering mengucapkan ungkapan ini. Apa sebenarnya makna dari Qadarullah itu? Dari segi bahasa ungkapan tersebut bermakna ketetapan Allah. Namun, pelajaran apa yang bisa kita petik dari makna