Ali Nurdin NQ

KABAR GEMBIRA DALAM AL-QUR’AN

KABAR GEMBIRA DALAM AL-QUR’AN Oleh: Ali Nurdin Kehadiran Al Qur’an adalah sebagai pemberi kabar gembira. Pada kesempatan ini kita akan sedikit mengupas seperti apa dan untuk siapa kabar gembira itu. Dari sekian banyak ayat, kita ambil contoh, misalnya, kita temukan di surah 2 (Al Baqarah) pada ayat 25: وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat

3 GOLONGAN DI AWAL SURAT AL BAQARAH

3 GOLONGAN DI AWAL SURAT AL BAQARAH Oleh: Ali Nurdin Mengapa Allah Swt. di awal surat Al Baqarah membagi manusia menjadi tiga kelompok yang begitu kontras? Jawabannya tentu saja agar kita bisa memetik hikmahnya. Siapakah sebenarnya ketiga kelompok itu? Yang pertama adalah al muttaqun yaitu orang-orang yang bertakwa, yang ke dua adalah orang-orang yang ingkar, dan yang ketiga adalah orang-orang yang munafik. Siapa mereka yang disebut orang yang bertakwa? Kalau

JANGAN TUNDA

JANGAN TUNDA Oleh: Ali Nurdin Kali ini kita akan membicarakan hal penting yang tidak boleh kita tunda karena Allah perintahkan agar segera kita lakukan. Apa itu? Kita lihat di surat 51 (Adz-Dzariyat) ayat 50: فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ Larilah kamu, segeralah kamu menuju kepada Allah. Untuk ngapain? Di ayat lain ditafsirkan: “Wasaari’uu ilaa maghfiratin min rabbikum”, bersegeralah kamu menuju ampunan Tuhanmu. Nah, ini menarik sekali kenapa Allah memerintahkan kita untuk

MENGHALAU KESEPIAN

MENGHALAU KESEPIAN Oleh: Ali Nurdin Salah satu momok bagi seseorang atau bagi manusia di era zaman now – orang bilang begitu – adalah rasa kesepian. Bahkan beberapa waktu lalu, pemerintah Inggris membentuk satu menteri yang disebut dengan menteri untuk mengatasi kesepian. Ada apa dengan masyarakat? Ada apa dengan seseorang? Kenapa mereka begitu takut dengan kesepian? Dalam pandangan agama kita, pada dasarnya kita sepakat, manusia itu memiliki dua kebutuhan. Di antara

POSTINGANMU HARIMAUMU

POSTINGANMU HARIMAUMU Oleh: Ali Nurdin Ada pepatah yang sangat terkenal bahkan kita dengar dan pelajari sejak masih di sekolah dasar, yaitu “mulutmu harimaumu”. Kali ini kita akan ganti menjadi “postinganmu harimaumu”. Apa artinya? Kualitas kawan kita, kualitas seseorang dapat kita lihat apa saja dari yang dipostingnya di media sosial. Maka, berhati-hatilah dengan apa yang kita posting. Kalau yang kita posting adalah cerminan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita

MENJEMPUT HIDAYAH

MENJEMPUT HIDAYAH Oleh: Ali Nurdin Banyak sekali orang yang mengatakan bahwa ketika dia tidak berbuat kebaikan beralasan karena tidak mendapat hidayah. Ada juga yang mengatakan bahwa saya sedang kehilangan hidayah. Bagaimana sebenarnya ini? Di Al Qur’an atau dalam agama, umumnya, mengajarkan bentuk hidayah paling tidak ada dua macam. Yang pertama, yang memang sudah diberikan oleh Allah Swt. di mana hal ini tidak pandang bulu. Semua diberikan hidayah oleh Allah Swt.

DUA JALAN MANUSIA

DUA JALAN MANUSIA Oleh: Ali Nurdin Kali ini kita akan berbicara tentang salah satu hal yang disebut Al-Qur’an tentang manusia. Seperti kita ketahui, makhluk Allah itu berjumlah enam yaitu benda mati, tumbuhan, binatang, malaikat, jin, dan manusia. Manusia oleh Allah dikarunia potensi untuk berbuat kebaikan dan berbuat keburukan. Dalam Al-Qur’an, kita lihat banyak ayat yang menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang diberi dua jalan pilihan itu. Dalam surah al Balad/90

MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA

MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA Oleh: Ali Nurdin Kali ini kita akan berbicara bagaimana menjaga keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga. Kenapa tema ini? Karena cukup banyak pertanyaan dari teman-teman baik lewat japri maupun email di mana mereka sering menanyakan bagaimana petunjuk agama dalam menjaga keharmonisan kehidupan rumah tangga. Menikah itu mudah. Namun, menjaga keharmonisan dalam rumah tangga tetap sakinah, tetap harmonis, itu memang butuh usaha yang sungguh-sungguh. Dari sekian petunjuk agama yang

AGAR TIDAK CEMAS

AGAR TIDAK CEMAS Oleh: Ali Nurdin Seringkali kebahagiaan seseorang mudah sekali menjadi hilang karena muncul kecemasan, muncul kekhawatiran. Apa yang dimaksud dengan khawatir? Ia adalah perasaan negatif karena disebabkan sesuatu yang belum terjadi. Kita membayangkan sesuatu yang negatif akan terjadi dan itu kemudian menghilangkan kebahagiaan kita. Nah, bagaimana petunjuk agama agar kita bisa menghindari itu? Sekian banyak ayat memberikan panduan untuk kita agar bisa menghilangkan kecemasan. Yang pertama, kita lihat,

BAHAGIA ITU MUDAH

BAHAGIA ITU MUDAH Oleh: Ali Nurdin Suatu hari ketika sedang ingin mengisi sebuah kajian, saya pernah mengedarkan kertas berisi pertanyaan kepada para jamaah untuk dijawab. Pertanyaannya adalah apakah menjadi bahagia itu sulit atau mudah? Yang membuat terkejut, umumnya mereka menjawab menjadi orang bahagia itu sulit alias tidak mudah. Benarkah jawaban ini? Ternyata tidak. Kalau kita konfirmasi dalam agama, ternyata menjadi bahagia itu tidak sulit alias mudah. Apa buktinya? Yang pertama,