Artikel

SYARIAT KURBAN

SYARIAT KURBAN Oleh: Ali Nurdin Salah satu ayat Al-Qur’an yang menjadi dalil mengenai syariat kurban ialah Firman Allah SWT dalam berikut ini: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar [108] : 2) Berkurban adalah salah satu taqarrub (pendekatan diri kepada Allah) yang utama apalagi di hari idul adha. Hal ini karena tidak ada ibadah yang paling dicintai oleh

TAKUT PADA ALLAH VS TAKUT PADA VIRUS

  TAKUT PADA ALLAH VS TAKUT PADA VIRUS Oleh: Ali Nurdin Ada pertanyaan yang mungkin menjadi representasi kegelisahan kita bersama di mana pada masa-masa sekarang karena pandemi tempat ibadah ditutup sementara, apakah tidak takut pada Allah? Salah satu tujuan syariat Islam yang biasa dikenal dengan maqashidusy syariah yang paling utama ialah hifzhun nafs, menjaga jiwa. Tujuan syariat ini agar setiap orang memelihara jiwa baik diri sendiri maupun orang lain. Karena

AGAR HIDUP PENUH BERKAH

AGAR HIDUP PENUH BERKAH Oleh: Ali Nurdin Berkah berasal dari bahasa Arab yaitu Barokah yang makna dasarnya berarti berkembang, tumbuh, dan tetap. Dalam istilah agama, berkah bermakna langgengnya dan bertambahnya kebaikan. Langgengnya kebaikan dalam sesuatu itu namanya berkah. Rumah disebut berkah jika di dalamnya selalu terdapat kebaikan. Bagaimana hidup kita agar selalu mendapat keberkahan? Agar hidup kita penuh keberkahan dan selalu tercurah kebaikan, mari kita renungi ayat berikut: وَلَوْ أَنَّ

KEUTAMAAN TOBAT

KEUTAMAAN TOBAT Oleh: Ali Nurdin Salah satu ciri orang mukmin yang mendapat kabar gembira seperti disebut dalam surah at-Taubah ayat 112 adalah orang yang bertobat. Istilah tobat diserap dalam bahasa Indonesia dari bahasa Arab yaitu taubah. Secara bahasa makna ini berarti kembali. Secara istilah tobat berarti kembalinya seseorang dari perbuatan maksiat kepada ketundukan kepada Allah SWT. Setidaknya ada empat keutamaan yang dimiliki oleh orang yang betobat. Pertama, Allah SWT menyukai

FITRAH NAFSANI MANUSIA

FITRAH NAFSANI MANUSIA Oleh: Ali Nurdin Fitrah nafsani dilihat dari aspek kejiwaan seperti tercantum di dalam Al-Qur’an: وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ “Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams [91]: 7-10 Hakekatnya manusia mempunyai jiwa dalam upaya untuk penyempurnaan ketakwaan.

CEMBURU YANG DIBOLEHKAN

CEMBURU YANG DIBOLEHKAN Oleh: Ali Nurdin Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Rasulullah, disebutkan tentang bentuk iri atau cemburu yang dibolehkan. Hadis itu berbunyi: لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ علمه الله القرآن فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ فَسَمِعَهُ جار له فَقَالَ يَا لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ هَذَا فَعَمِلْتُ مَا يَعْمَلُ – وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الْحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا لَيْتَنِى أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ

PIJAKAN ORANG SUKSES

PIJAKAN ORANG SUKSES Oleh: Ali Nurdin Ketika Al-Qur’an berbicara tentang orang yang paling sukses pada masanya, yaitu Qarun. Saking suksesnya, sampai menjadi mitos hingga hari ini kita mengenal setiap menemukan harta tersembunyi disebut dengan harta karun. Tokoh ini diambil dari Al-Qur’an pada surah al-Qasas pada ayat 76-82. Dalam rangkaian ayat tersebut, terdapat satu ayat, tepatnya pada ayat 77, yang tidak berbicara tentang tokoh tersebut. Tetapi ayat tersebut berbicara tentang bagaimana

MENANAM KEBAIKAN

MENANAM KEBAIKAN Oleh: Ali Nurdin Bagaimana mendorong setiap orang agar berbuat baik? Salah satu hukum dasar Al-Qur’an atau logika yang digunakan Al-Qur’an tentang kebaikan yang dilakukan seseorang disebut dalam banyak ayat. Sekian ayat tersebut menyatakan bahwa setiap bentuk kebaikan yang kita kerjakan hakikatnya kembali kepada diri kita sendiri. Misalnya, dalam ayat berikut Allah berfirman: اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا

MENYIKAPI INTOLERAN

MENYIKAPI INTOLERAN Oleh: Ali Nurdin Kita sudah sering berusaha untuk bersikap toleran terhadap orang lain tapi terkadang kita dihadapkan pada kenyataan justru orang lain yang bersikap tidak toleran kepada kita. Mungkin, misalnya, kita dibully, dikatakan begini dan begitu yang tidak enak didengar. Bagaimana petunjuk agama kalau kita dihadapkan pada situasi seperti itu? Mari perhatikan ayat berikut: قُلْ لَّا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّآ اَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ “Katakanlah, “Kamu tidak akan dimintai

MEMAKNAI IDUL FITRI

MEMAKNAI IDUL FITRI Oleh: Ali Nurdin Setiap permulaan memiliki akhir. Ini juga yang kita rasakan selama Ramadhan, kita beribadah sebulan penuh dan pada akhirnya kita pun harus mengakhiri bulan suci ini. Hari ini kita merayakan Idul Fitri di mana hari ini banyak yang mengatakan sebagai hari kemenangan. Pada hari ini Allah memberikan anugerah berupa hari raya atau dalam bahasa Arab disebut dengan istilah ‘ied. Anugerah ini diberikan oleh Allah kepada