FANATISME (2)

Fanatisme (2) Oleh: Ali Nurdin   Sebuah ungkapan dapat dimengerti dengan paling tidak tiga sudut pandang: pengertian kebahasaan, istilah dan pemakaian secara kebiasaan. Kata fanatik menurut bahasa dan istilah berkonotasi  netral, namun dalam pemakaian sehari-hari kesan yang muncul adalah sesuatu yang bersifat negatif. Terlebih ketika sudah menjadi sikap hidup atau paham yang kemudian disebut fanatisme, maka langsung terbayang sikap yang keras dan berlebihan. Maka muncul istilah every extreme is fault

FANATISME

FANATISME Oleh : Ali Nurdin           Tidak jarang orang mencela sikap fanatisme atau siapa yang fanatik. Celaan itu bisa pada tempatnya dan bisa juga tidak, karena fanatisme dalam pengertian bahasa sebagaimana dikemukakan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: “Keyakinan/ kepercayaan yang terlalu kuat terhadap ajaran  (politik, agama dsb)”.  Sifat ini bila menghiasi diri seseorang  dalam agama dan keyakinannya dapat dibenarkan bahkan terpuji, tetapi ia menjadi tercela jika sikapnya itu

Wawancara dengan Dr. Ali Nurdin, MA

TENTANG BUKU QURANIC SOCIETY T :Apa yang pertama kali Ustadz pikirkan sewaktu menulis buku Quranic Society? J :Waktu saya mulai menulis buku ini, diskusi tentang civil society dan masyarakat madani sedang hangat di ruang publik. Saya ingin tahu apakah Al-Qurán sendiri punya gagasan asli tentang masyarakat yang baik atau tidak. Di kalangan umat Islam sendiri berkembang dua pendapat. Yang satu mengatakan Al-Quran atau agama Islam memiliki konsep negara yang lengkap dan