PENYEBAB MANUSIA LALAI

PENYEBAB MANUSIA LALAI

PENYEBAB MANUSIA LALAI

Oleh: Ali Nurdin

Dalam kesempatan ini kita akan membahas tentang apa saja yang paling sering menyebabkan manusia lalai kepada Allah SWT. Paling tidak ada tiga yang menyebabkan manusia itu sering lalai kepada Allah-Nya.

Pertama, yang menyebabkan manusia lalai karena bermegah-megahan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur”. (QS. At-Takatsur : 1-2)

Urusan dunia seringkali membuat manusia lalai untuk beribadah dan mengingat Allah. Lalu bagaimana agar kita tidak bermegah-megahan dengan urusan dunia? Manusia harus menyadari bahwa kehidupan dunia dijadikan sebagai tempat ujian hidup manusia (Lihat: QS. Al-Mulk [67]: 2)

Ujian yang dihadapi manusia ialah ujian dalam bentuk keburukan dan kebaikan. Ia diuji dengan kesenangan hidup, salah satunya berbentuk kemegahan. Memiliki perhiasaan dunia boleh tetapi tidak berlebihan, karena perbandingan dunia dan akhirat sangat tidak berimbang. Menurut Rasulullah ketika memberikan gambaran tentang nikmat dunia seperti kita celupkan jari tangan ke air laut, tetesan air laut dari jari tangan, itu dunia. “Perumpamaan antara dunia dengan akhirat ibarat seorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang menempel padanya. Lalu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuknya”. (HR. Ahmad)

Ada orang yang banyak memiliki rumah dan vila, tetapi dimanfaatkan oleh penjaga rumah dan vila sedangkanyang punya rumah dan vila hanya berbangga saja tanpa menikmati rumah dan vila tersebut. Orang yang menumpuk harta seperti ini, seperti perilaku anak kecil, senangnya terhadap harta hanya untuk dikumpulkan dan ditumpuk-tumpuk akan tetapi tidak untuk dinikmati, hanya untuk berbangga-bangga saja.

Kesenangan dunia disebut oleh Al-Qur’an sebagai kesenangan yang palsu. Kesenangan palsu itu tidak asli, kesenangan yang tidak sebenar-benarnya.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al-Hadid [57]: 20)

Kesenangan yang menipu adalah kesenangan yang palsu, kesenangan yang bukan sebenarnya, atau kesenangan bukan hakekat. Manusia tidak akan Bahagia hidupnya jika menuruti dunia. Memiliki harta yang banyak mungkin senang akan tetapi belum tentu hidupnya bahagia. Jadi, bahagia itu tidak diukur dengan harta yang banyak, tetapi istiqamah kita dalam ketaatan kepada Allah SWT.

 Kedua, yang menyebabkan manusia lalai adalah salah dalam pergaulan. Allah SWT berfirman:

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku)”. (QS. Al-Furqan [25]: 28)

Teman pergaulan dan lingkungan itu sangat penting sekali untuk bekal kita di akhirat nanti, karena teman bergaul itu akan membawa pengaruh di akhirat. Karena itu, kata Rasulullah SAW dalam hadist yang shahih, mengatakan ada tujuh kelompok atau golongan yang mendapatkan naungan dan perlindungan nanti di akhirat dikarenakan salah satunya berteman karena Allah SWT.

Ketiga, yang menyebabkan manusia lalai kepada Allah adalah tidak peduli terhadap Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS. Al-Furqan [25]: 30)

Jangan abaikan Al-Qur’an. Kita harus berkomitmen dan berkhidmat terhadap Al- Qur’an agar hidup diberkahi. Jangan menjauhi dan tidak peduli terhadap Al-Qur’an. Cara berkhidmah terhadap Al-Qur’an ialah membantu orang yang belajar Al-Qur’an dan memahami makna yang dikandung di dalamnya, berusaha untuk mengamalkan isinya. Jadi, agar tidak menyebabkan lalai kepada Allah, jangan abaikan Al-Qur’an.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.