TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH

TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH

TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH

Oleh: Ali Nurdin

 

Allah adalah dzat yang tak terlihat oleh mata manusia. Banyak manusia yang mempertanyakan wujud Tuhan karena tidak tampak dalam bentuk materi. Sebenarnya untuk membuktikan eksistensi Tuhan tidak harus dengan melihat-Nya langsung tetapi dengan melihat tanda-tanda kekuasan-Nya.

 

Allah berfirman:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tandatanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu”. (QS. Fussilat [41]: 53).

Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan atas ciptaan-Nya. Ayat ini turun berkaitan dengan adanya peristiwa gerhana bulan di zaman Rasulullah SAW yang menunjukkan kejadian luar biasa.

Di antara tanda-tanda kekusaan Allah yang diperlihatkan kepada manusia ialah:

Pertama, Segenap Ufuk

Tanda kekuasaan Allah di segenap ufuk ialah seperti disebut dalam ayat berikut:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.  (QS. Fushilat : 37).

Memperhatikan ayat di atas, kita berpikir bahwa semua makhluk Allah yang telah diciptakan-Nya akan terus berjalan secara konstan dengan melakukan apa yang diperintah oleh-Nya. Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semua sujud kepada Allah, bertasbih kepada-Nya di mana semua makhluk ciptaan-Nya akan selalu setia dan tidak akan melanggar perintah-Nya.

 

Kedua, Diri Sendiri

Tanda kekuasaan Allah yang lain ialah diri manusia. Komplek sekali apa yang ada pada diri manusia. Manusia terdiri dari aspek biologis dan psikologis, makhluk

dua dimensi yang terdiri atas aspek jasmani dan aspek ruhani. Sayangnya manusia kebanyakan lebih condong dan fokus kepada aspek jasmani dibandingkan dengan aspek ruhani. Pada titik tertentu manusia akan kesepian, merasa kehilangan disebabkan ia jarang sekali melihat sisi ruhaninya yaitu hati.

Ketiga, Mujizat Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah mujizat terbesar sepanjang masa. Kita harus percaya dengan kebenaran ini. Yang tidak percaya tentang kebenaran Al-Qur’an ditantang oleh Allah untuk membuat satu surat saja yang semisal dengan Al-Qur’an atau satu ayat atau bahkan setengah ayat. Tantangan ini datang setengah abad silam dan sampai saat ini tidak ada yang mampu membuat semisa Al-Qur’an. Inilah salah satu tanda kekuasaan Allah yang terbesar. Allah menjaga Al-Qur’an dari perubahan dan pergantian sebagaimana firman-Nya:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr [15]: 9)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.