URGENSI MEMBANGUN AKHLAK

URGENSI MEMBANGUN AKHLAK

URGENSI MEMBANGUN AKHLAK

Oleh: Ali Nurdin

Akhlak merupakan intisari dari ajaran agama Islam. Akhlak adalah sikap dan perilaku yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari setiap muslim. Sebenarnya tujuan dari berbagai ajaran atau ibadah dalam Islam untuk membangun akhlak yang baik. Karena itu, meskipun ibadah kita kelihatan baik tetapi kalau kehidupan sosial kurang baik, maka sebetulnya kita dalam beragama belum baik.

 

Kenapa kita harus memiliki akhlak yang baik? Ada beberapa alasan di antaranya: Pertama adalah Rasulullah SAW dipuji oleh Allah SWT karena akhlaknya. Hal ini seperti Allah sebutkan dalam firman-Nya:

 

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al-Qalam [68]: 4)

Shalatnya Nabi Muhammad SAW pastilah shalat yang paling baik. Haji dan umrahnya juga tentu haji dan umrah yang terbaik. Begitu pula zakat, infaq, dan shadaqahnya tentu yang paling ikhlas. Akan tetapi semua itu tidak dipuji oleh Allah secara langsung karena tujuan akhir dari diperintahkannya semua syariat di atas adalah untuk membentuk akhlak.

Alasan yang kedua adalah kalau ibadah seseorang kurang sempurna maka dapat diganti dengan bentuk harta. Contoh, orang beribadah puasa karena kondisi alasan tidak kuat, sedang sakit, misalnya, bisa diganti dengan fidyah dengan memberikan makan fakir miskin: Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. (QS. Al-Baqarah [2]: 184)

Sebaliknya kalau ada orang yang perilaku sosialnya buruk, maka tidak bisa ditutup, misalnya, dengan melakukan shalat malam sambil membaca Al-Qur’an sekian juz atau ibadah lainnya.

Ibadah yang kita kerjakan hakekatnya adalah untuk membangun sikap atau akhlak yang baik.

Beragama yang baik itu diumpamakan seperti sebuah pohon sebagaimana firman Allah:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.(QS. Ibrahim [14]: 24)

Dari ayat di atas, perumpamaan orang yang baik, yaitu orang yang bertakwa seperti sifat dan perumpamaan pohon yaitu akarnya kuat (aqidahnya) dan cabangnya menjulang ke langit (istiqamah dalam beribadah) serta pohon itu menghasilkan buah (perilaku akhlak yang baik).

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.