MEMAHAMI BENCANA ALAM

MEMAHAMI BENCANA ALAM

MEMAHAMI BENCANA ALAM

Oleh: KH. Dr. Ali Nurdin, MA

Dalam memahami bencana alam biasanya tempat kejadiannya ada sebagian orang yang mengaitkannya dengan tempat maksiat. Padahal bisa jadi tempat itu bukan seperti sangkaan tersebut. Lantas bagaimana kita memahami bencana alam dalam Islam? Al-Qur’an menyebutkan setidaknya empat istilah dalam memahami peristiwa bencana yaitu musibah, fitnah, bala’, dan azab.

Pertama, musibah, dapat di artikan peristiwa yang menimpa manusia. Peristiwa ini terjadi karena ulah manusia manusia. Bencana seperti ini Allah informasikan dalam firman-Nya:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS: Asy-Syura [42]: 30).

 Kedua, fitnah, yang berarti cobaan, Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
(QS: Al-Anbiya [21]:35).

Istilah fitnah dalam ayat di atas berbeda dengan pengertian fitnah dalam keseharian orang Indonesia yang biasa diartikan dengan menghasut, menjelekan orang lain, atau mengadu domba. Fitnah dalam ayat di atas bermakna cobaan. Kehidupan manusia sendiri merupakan cobaan dari Allah untuk mengetahui orang yang baik dan orang yang buruk. Orang mukmin juga tidak terlepas dari cobaan ini.

Ketiga, bala’, dapat diartikan juga dengan ujian. Mati dan hidup manusia adalah sebuah ujian, Allah menegaskan dalam firman-Nya:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mul [67]: 2)

Semua manusia mengalami ujian dari Allah, tidak pandang usia dan jenis kelamin. Manusia dalam hidupnya senantiasa akan ditimpa berbagai ujian agar terus meningkatkan amalnya.

Keempat, Azab. Azab adalah jenis bencana yang menimpa manusia disebabkan oleh kedurhakaannya kepada Allah SWT. Azab hanya menimpa orang-orang yang durhaka. Orang yang taat kepada Allah terbebas bencana azab ini.

Misalnya, kita lihat dalam ayat berikut:

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ ۚ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ ۖ وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi. (QS. At-Taubah [9]: 74)

 

 

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.