TIPS MENJAGA KESEHATAN DI BULAN RAMADHAN

TIPS MENJAGA KESEHATAN DI BULAN RAMADHAN

TIPS MENJAGA KESEHATAN DI BULAN RAMADHAN

Oleh: KH. Dr. Ali Nurdin, MA

Sebagai seorang muslim kita meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang sempurna. Salah satu ciri kesempurnaan itu sampai urusan-urusan detail kehidupan manusia diatur. Salah satunya terkait dengan urusan konsumsi makan dan minum.
Nah, kali ini kita ingin sedikit membahas hubungannya bagaimana di bulan Ramadhan saat puasa kita tetap bisa menjaga kesehatan. Meskipun ada ungkapan yang populer Shuumuu tashihhuu, berpuasalah maka kamu akan sehat.
Tapi puasa seperti apa yang tetap menjadikan kita memiliki kesehatan yang prima sehingga tidak mengurangi aktivitas kita yang baik. Kita mulai secara umum prinsip dasar makan dan minum yang diatur dalam Al-Qur’an ada tiga. Yang pertama dan kedua, makan dan minum itu hendaklah yang halal dan juga baik. Keduanya selalu digandeng dalam redaksi ayat yang sama. Misalnya, Allah berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 168)
Halal mengacu kepada bukan hanya saja yang kita konsumsi itu tidak diharamkan atau sesuatu yang dibolehkan tapi juga cara memperolehnya harus dengan cara yang halal. Sementara thoyyib (baik) itu sangat berkaitan dengan individu masing-masing karena berkaitan dengan kemaslahatan. Makanan yang halal boleh jadi belum tentu thoyyib untuk satu orang. Sebaliknya makanan yang halal kalau itu membawa kebaikan maka bagi yang bersangkutan itu namanya thoyyib.
Satu lagi prinsip yang diajarkan Al-Qur’an berkaitan dengan makan adalah tidak berlebihan. Allah nyatakan dalam ayat berikut:
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf [7]: 31)
“Jangan berlebihan”, inilah kata kunci kalau berkaitan dengan ibadah puasa. Ibadah puasa bukan sekadar menunda waktu makan, bukan sekadar mengalihkan jadwal makan yang tadinya siang hari kemudian diubah menjadi malam, bukan. Tapi ada sisi lain yang saya kira harus terus kita gali. Kaitannya dengan makan yang harus diperhatikan baik dari sisi pengetahuan, misalnya, ilmu gizi dan ilmu-ilmu yang lain tentu kata kunci Al-Qur’an menjadi sangat relevan yaitu “Jangan berlebihan”.
Hal yang seringkali mengherankan, jadwal makan berkurang tapi kenapa konsumsi justru naik? Karena seringkali kalau Ramadhan hal yang tidak dikonsumsi di luar bulan ini menjadi terkonsumsi ketika bulan puasa datang. Itulah yang menjadikan kita seringkali bersikap berlebihan. Karena itu, agar menghasilkan puasa yang maksimal sekaligus tetap menjaga kesehatan hendaklah ketika berbuka dan makan sahur harus secara proporsional yaitu mengonsumsi makanan yang bukan hanya halal tapi juga baik untuk kesehatan kita sekaligus tetap menjaga proporsionalitas dengan tidak berlebihan.
Dengan demikian, Insya Allah, puasa kita bukan hanya akan melahirkan kesehatan jasmani tapi juga rohani kita lebih dekat kepada Allah SWT.

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.