MENAHAN AMARAH SAAT PUASA

MENAHAN AMARAH SAAT PUASA

MENAHAN AMARAH SAAT PUASA

Oleh: KH. Dr. Ali Nurdin, MA

Tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan suami istri, dari fajar sampai maghrib, itu ketentuan fikih tentang puasa. Tapi ingat, itu bukan tujuan puasa. Karena itu, puasa tujuannya bukan supaya kita kelaparan atau kehausan. Jangan juga ada pikiran bahwa semakin lama kita tidak makan dan tidak minum berarti semakin besar pahalanya. Tidak begitu.

Ada tujuan yang substantif yang ingin dicapai melalui ibadah puasa. Al-Qur’an ketika berbicara tentang perintah puasa, tujuan orang berpuasa itu agar menjadi orang yang bertakwa (Lihat QS. 2:183). Di antara karakter orang yang bertakwa ditegaskan, misalnya, dalam ayat berikut:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,” (QS. Ali Imran [3]: 134)

Di antara ciri orang yang bertakwa yang disebut dalam ayat di atas ialah wal kaazhimiinal ghaizha, orang yang mampu menahan amarahnya. Jadi, orang yang berpuasa semestinya dia sanggup untuk berikhtiar dalam menahan amarahnya.

Maka, aneh kalau ada orang yang berpuasa tapi ternyata hobinya masih tetap saja marah-marah. Menyikapi suatu masalah, marah. Bahkan terkadang ada orang yang tidak ada bedanya ketika puasa dan tidak puasa, sukanya marah. Mungkin dia akan berlindung di balik ungkapan “Ini sudah karakter saya”, “Ini sudah watak saya”. Tentu ini tidak benar. Allah tidak akan menakdirkan seseorang menjadi pemarah. Marah atau tidak marah, itu pilihan kita.

Nah, salah satu cara agar kita menjadi orang yang tidak suka marah, tidak bertipe pemarah, Allah kasih latihan, sarana syariat yaitu melalui puasa. Karena itu, Di antara tujuan penting berpuasa ialah agar kita tidak menjadi orang yang suka marah tanpa alasan yang dibenarkan. Kalau sudah rajin puasa kok masih marah-marah, itu harus kita evaluasi puasa kita.

Teruslah berikhtiar, teruslah berusaha agar puasa kita semakin berkualitas, di mana salah satu buktinya ialah kalau kita tidak menjadi orang yang suka marah-marah.

Baca juga: TIPS MENJAGA KESEHATAN DI BULAN RAMADHAN

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.