Artikel

Bekerja dengan Baik adalah Bentuk Ibadah yang Baik

  Bekerja dengan Baik adalah Bentuk Ibadah yang Baik Oleh: Ali Nurdin   Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, … (QS. 9: 105). Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya. “Om beli bunga Om.” “Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap

MENCOBA ISTIQOMAH

Mencoba Istiqomah Oleh: Ali Nurdin‎ Setelah menyelesaikan program Internalisasi 17 sikap Akhlaq Al Qur’an, selama 6 bulan, kemudian diteruskan dengan meminjam karya Steven R Covey dalam  Seven & Eight habits, selama satu bulan, kami bersama santri Nurul Qur’an pagi ini (10/02) setelah menyelesaikan membaca surah al Kahfi bersama-sama, kami  melanjutkan dengan meminjam pendekatan Ellen Galansky dalam karya nya Mind in The Making: Seven Essential Life Skills.

FANATISME (2)

Fanatisme (2) Oleh: Ali Nurdin   Sebuah ungkapan dapat dimengerti dengan paling tidak tiga sudut pandang: pengertian kebahasaan, istilah dan pemakaian secara kebiasaan. Kata fanatik menurut bahasa dan istilah berkonotasi  netral, namun dalam pemakaian sehari-hari kesan yang muncul adalah sesuatu yang bersifat negatif. Terlebih ketika sudah menjadi sikap hidup atau paham yang kemudian disebut fanatisme, maka langsung terbayang sikap yang keras dan berlebihan. Maka muncul istilah every extreme is fault

FANATISME

FANATISME Oleh : Ali Nurdin           Tidak jarang orang mencela sikap fanatisme atau siapa yang fanatik. Celaan itu bisa pada tempatnya dan bisa juga tidak, karena fanatisme dalam pengertian bahasa sebagaimana dikemukakan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: “Keyakinan/ kepercayaan yang terlalu kuat terhadap ajaran  (politik, agama dsb)”.  Sifat ini bila menghiasi diri seseorang  dalam agama dan keyakinannya dapat dibenarkan bahkan terpuji, tetapi ia menjadi tercela jika sikapnya itu