Artikel

FITRAH NAFSANI MANUSIA

FITRAH NAFSANI MANUSIA Oleh: Ali Nurdin Fitrah nafsani dilihat dari aspek kejiwaan seperti tercantum di dalam Al-Qur’an: وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ “Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams [91]: 7-10 Hakekatnya manusia mempunyai jiwa dalam upaya untuk penyempurnaan ketakwaan.

CEMBURU YANG DIBOLEHKAN

CEMBURU YANG DIBOLEHKAN Oleh: Ali Nurdin Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Rasulullah, disebutkan tentang bentuk iri atau cemburu yang dibolehkan. Hadis itu berbunyi: لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ علمه الله القرآن فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ فَسَمِعَهُ جار له فَقَالَ يَا لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ هَذَا فَعَمِلْتُ مَا يَعْمَلُ – وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الْحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا لَيْتَنِى أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ

PIJAKAN ORANG SUKSES

PIJAKAN ORANG SUKSES Oleh: Ali Nurdin Ketika Al-Qur’an berbicara tentang orang yang paling sukses pada masanya, yaitu Qarun. Saking suksesnya, sampai menjadi mitos hingga hari ini kita mengenal setiap menemukan harta tersembunyi disebut dengan harta karun. Tokoh ini diambil dari Al-Qur’an pada surah al-Qasas pada ayat 76-82. Dalam rangkaian ayat tersebut, terdapat satu ayat, tepatnya pada ayat 77, yang tidak berbicara tentang tokoh tersebut. Tetapi ayat tersebut berbicara tentang bagaimana

MENANAM KEBAIKAN

MENANAM KEBAIKAN Oleh: Ali Nurdin Bagaimana mendorong setiap orang agar berbuat baik? Salah satu hukum dasar Al-Qur’an atau logika yang digunakan Al-Qur’an tentang kebaikan yang dilakukan seseorang disebut dalam banyak ayat. Sekian ayat tersebut menyatakan bahwa setiap bentuk kebaikan yang kita kerjakan hakikatnya kembali kepada diri kita sendiri. Misalnya, dalam ayat berikut Allah berfirman: اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا

MENYIKAPI INTOLERAN

MENYIKAPI INTOLERAN Oleh: Ali Nurdin Kita sudah sering berusaha untuk bersikap toleran terhadap orang lain tapi terkadang kita dihadapkan pada kenyataan justru orang lain yang bersikap tidak toleran kepada kita. Mungkin, misalnya, kita dibully, dikatakan begini dan begitu yang tidak enak didengar. Bagaimana petunjuk agama kalau kita dihadapkan pada situasi seperti itu? Mari perhatikan ayat berikut: قُلْ لَّا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّآ اَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ “Katakanlah, “Kamu tidak akan dimintai

MEMAKNAI IDUL FITRI

MEMAKNAI IDUL FITRI Oleh: Ali Nurdin Setiap permulaan memiliki akhir. Ini juga yang kita rasakan selama Ramadhan, kita beribadah sebulan penuh dan pada akhirnya kita pun harus mengakhiri bulan suci ini. Hari ini kita merayakan Idul Fitri di mana hari ini banyak yang mengatakan sebagai hari kemenangan. Pada hari ini Allah memberikan anugerah berupa hari raya atau dalam bahasa Arab disebut dengan istilah ‘ied. Anugerah ini diberikan oleh Allah kepada

CARA MENGAKHIRI RAMADHAN

CARA MENGAKHIRI RAMADHAN Oleh: Ali Nurdin Alhamdulillah, kita sudah berada diujung bulan Ramadhan. Sebentar lagi tamu agung kita ini akan meninggalkan kita semua. Apa yang seharusnya kita lakukan untuk mengakhiri bula Ramadhan ini? Berbuat baik itu mudah namun berbuat baik dengan istiqamah itu yang tidak mudah. Maka, dalam mengakhiri bulan Ramadhan ini seyogyanya kita berazam atau bertekad bulat untuk meneruskan hal-hal positif yang sudah kita lakukan selama bulan Ramadhan. Di

PUASA MENYIKAPI PERBEDAAN

PUASA MENYIKAPI PERBEDAAN Oleh: Ali Nurdin Perbedaan itu sebuah keniscayaan. Segala hal pasti ada perbedaan. Ciptaan Allah dalam segala bentuknya itu berbeda-beda. Demikian halnya manusia, berbeda dalam banyak hal, termasuk dalam memahami sesuatu pasti ada perbedaan. Rambut boleh sama hitamnya tapi isi kepala bisa berbeda-beda. Isi kepala salah satunya adalah pemikiran dan pemahaman, termasuk memahami satu ajaran agama. Ada perbedaan. Maka, bagaimana menyikapi perbedaan terlebih bagi orang yang sedang berpuasa?

AWAS JEBAKAN SETAN

AWAS JEBAKAN SETAN Oleh: Ali Nurdin Tema yang akan kita bahas kali ini adalah tentang jebakan setan. Topik ini menarik karena dalam sebuah hadis diinformasikan bahwa ketika datang bulan ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari-Muslim) Ada yang bertanya, kalau setan dibelenggu

PUASA DAN PENGENDALIAN DIRI

PUASA DAN PENGENDALIAN DIRI Oleh: Ali Nurdin Perbuatan manusia secara garis besar dapat kita bagi dua, yang disadari dan yang tidak disadari. Perbuatan yang disadari juga terbagi menjadi dua, yang bernilai ibadah dan yang tidak bernilai ibadah. Perbuatan yang bernilai ibadah mencakup ibadah yang telah diatur syarat dan ketentuannya yang biasa dikenal dengan ibadah mahdhah. Sedangkan aktifitas yang tidak secara khusus diatur dalam agama namun karena niatnya untuk ibadah maka